Connect with us

Internasional

Musim Kekeringan Terburuk Melanda Thailand ditengah Merebaknya Corona

Published

on

Musim Kekeringan Terburuk Melanda Thailand Ditengah Merebaknya Corona
Share

Reportersatu, Sebagian warga Thailand yang awal bulan membuka keran, yang keluar bukan air bersih, tetapi air asin. Masuknya air laut ke sungai dan waduk yang ketinggiannya lebih rendah dari permukaan laut, merupakan satu dari sejumlah dampak musim kali ini ketika Thailand mengalami kekeringan yang bisa jadi merupakan yang terburuk dalam empat dekade.

Baca Juga : Taliban Tolak Rencana Pembebasan Tahanan Pemerintah Afghanistan

loading...

Menurut Komisi Sungai Mekong, musim hujan, yang biasanya berlangsung sekitar bulan Mei hingga Oktober, tiba dua minggu lebih lambat dan berakhir tiga minggu lebih cepat– dibanding tahun 2019 – sehingga membuat Thailand memiliki curah hujan lebih sedikit dari biasanya.

Ini menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian dan mengancam pasokan listrik dari bendungan PLTA, serta membayangi perekonomian yang sudah dirugikan oleh virus corona.

Pemerintah Thailand telah membentuk pusat komando pengelolaan air untuk mengatasi kekeringan ini, yang didanai anggaran 190 juta dolar, dan dinilai sebagai investasi sejak kekeringan sebelumnya pada tahun 2016 membuat Thailand harus mengeluarkan biaya lebih dari satu miliar dolar.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang memimpin pusat komando itu, juga meminta warga untuk menghemat air dengan mempersingkat waktu mandi dan sikat gigi selama satu menit.

Baca Juga : Hentikan Penyebaran Covid-19, Trump Larang Pesawat Uni Eropa Masuk AS

Thailand sudah merasakan dampak langsung anjloknya pariwisata China dan kemampuan ekspor-impor dengan China, salah satu mitra dagang terbesarnya, karena pandemi virus corona. Kini kekeringan semakin mempersulit 11 juta petani di negara itu untuk menanam tebu penghasil .


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *