Connect with us

Kesehatan

Musim Hujan Telah Tiba, Waspadai Datangnya Penyakit-Penyakit ini

Published

on

Musim Hujan Telah Tiba, Waspadai Datangnya Penyakit Penyakit Ini
Share

Reportersatu, Ada sebab pasti ada pula akibatnya, sama halnya dengan bencana banjir. Setelah banjir selesai, maka kemungkinan besar berbagai macam penyakit mulai berdatangan.

Hal ini bisa terjadi dikarenakan air banjir yang sangat kotor dan juga cuaca ekstrim yang berkepanjangan.

Melansir dari detik.com, Anung Suhantono, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, mengatakan ada beberapa penyakit yang akan mengancam masyarakat Indonesia. Pernyataan ini berdasarkan penilaian dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai iklim sepanjang 2020.

Menurut prediksi dari BMKG yang Cermati.com lansir dari detik.com, curah hujan di tahun ini akan lebih tinggi dari 2019.

Jika ini memang terjadi maka ada beberapa penyakit yang mulai mewabah di 2020, terutama pasca banjir.

Beberapa Penyakit Yang Sering Dianggap Sepele Yang Bisa Mematikan

Baca Juga :Tips Sederhana Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Berikut beberapa penyakit yang dikutip dari laman resmi Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana (BNPB), di antarnya:

1. Leptospirosis

Leptospirosis merupakan sebuah penyakit yang berasal dari urine hewan seperti anjing, tikus, sapi atau babi yang terserang dengan bakteri Leprospira interrogans.

loading...

Penyakit ini bisa menyerang manusia melalui air atau tanah yang terkena urine hewan tersebut.

2. Kolera

Penyakit kolera ini disebabkan karena makanan dan minuman yang dikonsumsi mengandung bakteri Vibrio cholerae. Alhasil penderita baik anak-anak hingga kalangan dewasa akan mengalami diare yang bisa berujung pada dehidrasi.

3. Diare

Tak jauh berbeda dengan Kolera, hanya saja diare ini lebih ringan. Namun tetap saja, penyakit ini muncul akibat makanan dan minuman terkena virus, bakteri atau parasit.

4. Malaria

Malaria merupakan penyakit yang diantarkan oleh nyamuk dari manusia dan hewan lain yang di dalam dirinya terdapat protozoa parasit.

Bagi penderita yang terserang malaria akan menimbulkan gejala demam, kelelahan, muntah dan sakit kepala.

5. DBD

Meski sama-sama dari nyamuk, tapi Demam Berdarah Dengue atau DBD berbeda dari malaria.

DBD merupakan penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.

Gejala umum DBD, penderita akan demam tinggi, nyeri di beberapa bagian tubuh seperti kepala, sendi, otot, tulang, nafsu makan berkurang, mual dan muntah, muncul ruam merah pada kulit, terjadi kerusakan pada pembuluh darah dan bisa terjadi pendarahan di hidung, gusi dan bawah kulit.

Jika telat penanganan, maka akan berujung ada kematian.

6. Typoid

Demam typhoid disebabkan oleh infeksi bakteri di usus halus. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Salmonella yang terdapat pada tinja atau kotoran binatang, yang menginfeksi manusia melalui makanan yang terkontaminasi.

7. Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Penyakit menular ini menyebar dengan mudah dari mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran penderita hepatitis A.

8. Infeksi Kulit

Air banjir merupakan tempatnya bakteri dan virus berkumpul. Jika seseorang memiliki kulit sensitif maka akan mudah terkena berbagai infeksi kulit, seperti panu, kurap, kudis, kutu air, kusta, herpes, cacar air, kutu air dan sebagainya.

9. Malnutrisi

Kondisi bajir dan tingginya iklim bisa membuat pasokan makanan berkurang, alhasil jika tidak diperhatikan dengan baik, maka seseorang dapat terkena malnutrisi alias tubuhnya kekurangan nutrisi.

Pada umumnya kekurangan nutrisi ini bisa dicirikan seperti penurunan berat badan, massa otot menurun, perut membengkak, dan sebagainya.

10. Campak

Campak disebabkan oleh virus yang menular melalui percikan air liur yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin. Umumnya, penderita campak akan mengalami deman dan timbuk ruam atau bintik-bintik kemerahan pada tubuh.

11. Gangguan Kejiwaan

Bagi yang wilayahnya tergenang bajir setinggi 30 – 60 cm tentunya masih bisa menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

Namun, bagi yang terkena banjir dengan ketinggian hingga seatap rumah tentunya sudah tak ada harapan lagi menyelamatkan barang-barang berharga seperti elektronik, kendaraan dan sebagainya.

Kondisi seperti ini tak jarang membuat sebagian besar korban banjir mengalami stres yang berkepanjangan


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *