Connect with us

Nasional

MUI Keluarkan Fatwa Yang Merinci 5 Syarat Izinkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Published

on

Share

Reportersatu, Polemik tentang vaksin AstraZeneca yang memiliki kandungan haram, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 14 tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin AstraZeneca. Fatwa tersebut merinci terdapat lima syarat AstraZeneca diperbolehkan penggunaannya atau mubah.

“Pertama, ada kondisi kebutuhan yang mendesak atau hajah syar’iyyah yang menduduki kondisi darurat syar’i,” tulis fatwa MUI yang ditanda tangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Miftahul Huda.

Baca juga : Menjadi Polemik Di Masyarakat, DPR Menilai Revisi UU ITE Sudah Krusial

loading...

Kedua, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya atau risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi Covid-19.

Syarat ketiga yakni ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci masih tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Keempat, vaksin AstraZeneca sudah memiliki jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah.

“Terakhir, pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia,” tulis isi fatwa tersebut.

Meski demikian, Fatwa tersebut juga mengatur vaksin tersebut tak diperbolehkan untuk digunakan lagi apabila lima syarat tadi sudah dicabut atau tak berlaku lagi. Fatwa tersebut juga meminta agar Pemerintah wajib mengupayakan ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci.

“Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19,” isi Fatwa tersebut.

readyviewed Pemerintah Indonesia sendiri saat ini sudah mendatangkan vaksin virus Corona produksi AstraZeneca untuk vaksinasi masyarakat Indonesia. Pihak AstraZeneca Indonesia sebelumnya menyatakan vaksin yang diproduksinya tidak mengandung babi dan hewan lain dalam proses pembuatannya.

“Semua tahapan proses produksi vaksin ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya,” dalam pernyataan resmi AstraZeneca beberapa waktu lalu.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *