Connect with us

Kuliner

Minuman Khas Dibal Boyolali Mulai Langka

Published

on

Minuman Khas Dibal Boyolali Mulai Langka
Share

Reportersatu, Dawet pikul merupakan salah satu jajanan khas Boyolali, Jawa Tengah, yang mulai langka. Minuman segar ini berasal dari Desa Dibal, Ngemplak, Boyolali.

Kini, menemukan pedagang dawet pikul khas Dibal Boyolali bukan hal mudah. Seiring berjalannya waktu, penjual dawet pikul mulai berkurang.

Dasno adalah penjual dawet pikul asal Dibal, yang dulu dikenal dengan masyarakatnya sebagai penjual dawet pikul.

loading...

Disebut dawet pikul karena dalam menjajakannya dipikul atau dijinjing dengan bambu yang dibebankan pada bahu dengan berkeliling dari kampung ke kampung.

Dasno bercerita telah berjualan dawet sejak 1970. Satu porsi dawet berisi cendol pati, santan, dan gula sebagai pemanis yang dicampur irisan nangka. Seporsi dawet seharga Rp3.000 semakin terasa segar dengan tambahan es batu.

Dasno mengaku pernah berjualan dawet dari Dibal, Ngemplak, Boyolali, hingga Stadion Sriwedari Solo bahkan Alun-Alun Solo.

“Tetangga di sekitar rumah saya dulu itu, delapan orang saja ada yang jualan. Dulu, bisa sampai 25 orang berjalan menyeberang Kali Pepe, menuju Solo. Ada juga yang ke desa-desa sekitar,” tutur dia.

Kini, penjual dawet pikul dari Dibal tinggal dua orang saja. Dasno juga tidak berkeliling jauh menjajakan dawetnya. Setiap hari, Dasno berjualan dawet sekitar pukul 09.00 WIB di tepi jalan yang cukup ramai.

“Kalau jualan dawet masih ada, ada yang pakai motor ada yang gerobak. Tapi kalau yang dipikul sudah sedikit,” kata dia.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *