Connect with us

Kesehatan

Merokok Dapat Tingkatkan Risiko Terpapar Covid-19

Published

on

1585833624
Share

Reportersatu, Banyak orang yang mengaku sangat kesulitan lepas dari Kecanduan merokok, padahal merokok apalagi sampai kecanduan Selain tidak baik bagi kesehatan diri sendiri juga sangat berbahaya bagi orang sekitar.

Kendati demikian, Junior Doctor Network dr. Vito Anggarino Damay, mengungkapkan kebiasaan merokok masyarakat sangat berisiko di masa pandemi Covid-19.

“Orang yang merokok lebih berisiko dirawat karena penyakit berat termasuk COVID-19 juga,” terang dr Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network dalam Dialog Produktif dengan tema “Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID-19” di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Termasuk mengganggu jantung dan paru-paru, berbagai penyakit infeksi bisa rentan tertular. Tingginya risiko, berasal dari kebiasaan perokok menyentuh mulut berulang kali saat memegang rokok.

Tangan orang yang merokok, belum tentu bersih dan kemungkinan terkontaminasi dengan virus. Risiko ini juga harus diwaspadai para perokok pasif, yang juga dapat tertular dengan berbagai penyakit menular lainnya di masa Covid-19 ini.

Risiko tersebut juga patut diwaspadai oleh para perokok pasif, yang sama-sama bisa tertular dengan berbagai penyakit menular lainnya.

Perokok Dua Kali Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19

Dokter spesialis paru mengingatkan, bahwa perokok aktif lebih rentan terkena virus Corona. Bahkan peluangnya dua kali lipat lebih berisiko daripada orang yang tidak merokok.

Spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr. Feni Fitriani Taufik, menjelaskan bahwa penyebab utama dari rokok berasal karena reseptor yang terlalu banyak.

“Salah satunya karena reseptornya lebih banyak,” katanya dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Graha BNPB.

Asap rokok yang terhirup masuk dalam tubuh, menimbulkan kerentanan lebih besar. Sehingga memungkinkan untuk terinfeksi.

“Rokok kaitannya dengan Covid-19, dari segi imunitas saluran napas itu sudah terganggu. Kemudian ada lagi penelitian menyebutkan bahwa reseptor ACE2, yaitu reseptor yang normal ada di dalam tubuh kita dan jumlahnya lebih banyak pada perokok, ternyata reseptor inilah salah satu tempat menempelnya virus Covid-19,” jelasnya.

Terlepas dengan pandemi Covid-19 saat ini, asap rokok diketahui telah memberikan banyak dampak buruk terhadap kesehatan manusia. Baik dampak jangka pendek maupun dampak jangka panjang.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *