Connect with us

Nasional

Menlu Sebut Ada 1.456 WNI, Terbanyak Jemaah Tabligh Akbar di India

Published

on

Menlu Sebut Ada 1.456 Wni, Terbanyak Jemaah Tabligh Akbar Di India
Share

Reportersatu, Pemerintahan Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Luar Negeri sudah menginventaris jumlah warga negara Indonesia ( WNI) di dunia. Termasuk WNI  yang mengikuti tabligh akbar di India. Dari pendataan tersebut menunjukan jumlah 1.456 WNI masih terisolasi di sejumlah negara di luar negeri.

Selain menginventaris WNI di dunia, Kemenlu  juga sedang memutar otak untuk bisa memulangkan ribuan WNI pulang kampung ke Indonesia secepatnya. Menyusul merebaknya wabah Corona di sejumlah negara. Apalagi banyak negara di dunia yang menyatakan diri sudah melakukan lockdown.

Baca Juga : Jokowi Sopiri Raja-Ratu Belanda untuk Tanam Pohon Cendana di Istana Bogor

loading...

“Kita sudah mendata bahwa jumlah jemaah Tablig yang ada dari data yang kita peroleh maka jumlah jamaah Tabligh sekitar 1.456,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada wartawan, Selasa, 31 Maret 2020.

Dari 1.456 WNI itu sekitar 731 di antaranya berada di India. Sementara, saat ini India sudah mengambil kebijakan untuk memberlakukan masa lockdown dari virus Covid-19.

“Jadi ada 731 di antaranya berada di India teman-teman kita yang baru tiba wajib mengisi health alat yang disiapkan Kemenkes,” ujar Retno Marsudi.

Kendati pemerintah akan memulangkan WNI di India dan mengamankan peserta tabligh akbar lainnya. Namun Retno berupaya agar pemulangan para WNI ke tanah air ini harus melewati masa isolasi dengan mengisi kartu kesehatan dan melakukan serangkaian test. Mulai dari cek suhu tubuh, rapid test dan swab test.

Mekanisme, isolasi para WNI lainnya dan WNI peserta tabligh akbar ini, kata Retno sudah dikoordinasikan oleh sejumlah Kementrian di kabinet Indonesia Maju era Jokowi- Ma’ruf Amin.

“Pak Menko sudah menyampaikan bagi yang menunjukkan gejala akan ditangani lebih lanjut. Akan dilakukan karantina secara terpisah dan ditangani lebih lanjut oleh tim medis,” ucap Retno Marsudi.

Baca Juga : MA Kabulkan Uji Materi Review Perpres Tentang BPJS

Dari hasil mengisolasi para WNI ini nantinya, bagi WNI yang sehat dan tidak menunjukkan gejala diimbau untuk melakukan karantina Mandiri selama 14 Hari. Setelah itu diminta melakukan pengecekan kembali ke sejumlah rumah sakit rujukan pemerintah.

Sementara yang diketahui bagi WNI yang memiliki gejala penyakit korona akan ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan dan langsung di karantina sesuai arahan dari Presiden RI Joko Widodo. (Mey)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *