Connect with us

Wisata

Menikmati Sejuknya Wisata Air Terjun Buttu Sarasa Pinrang, Sulsel

Published

on

Air Terjun Ito Sarasa Imgrum.org (1)
Share

Reportersatu, Menjajaki pesona alam di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan tidak ada habisnya. Seperti halnya air terjun Buttu Sarasa di Dusun Loka, Desa Kaseralau, Kecematan Batu Lappa. Air terjun itu menjadi surga bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Air terjun Buttu Sarasa memiliki keindahan tersendiri. Tebingnya yang menjulang membuat air terjun dari ketinggian sekitar 100 meter.

Air terjun Buttu Sarasa terdiri dari tujuh tingkatan dan terdapat tiga kolam di bawahnya. Airnya jernih dan dingin serta dikelilingi berbagai pepohonan. Susana begitu sejuk dan asri.

Baca Juga : Predators Of The Heart Sanctuary, Berwisata Seru Dengan Predator Liar

“Ini destinasi wisata air terjun yang unik karena tinggi sekali dan punya tiga kolam,” kata seorang pengunjung Abdul Rahim.

Untuk sampai di air terjun Buttu Sarasa, wisatawan harus menempuh perjalanan dengan kendaraan dan berjalan kaki. Wisatawan bisa naik mobil atau sepeda motor dan menempuh sekitar 40 kilometer dari Kota Kabupaten Pinrang ke Dusun Loka.

Sampai di Dusun Loka, perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki sekitar 25 menit. Selama itu pula, wisatawan akan melintasi perkebunan penduduk dan hutan. Hingga kini belum ada akses masuk hingga sekitar air terjun Buttu Sarasa.

Masyarakat setempat biasanya menggunakan air terjun sebagai sumber air bersih. Dari air terjun itu pula, air mengalir ke bidang-bidang sawah dan kebun penduduk melalui irigasi.

Butuh perjuangan untuk sampai di air terjun, begitu juga jika ingin mendekat ke kolam yang letaknya persis tempat jatuhnya air. Menurut Abdul Rahim, sulit menjangkau kolam tersebut karena tebing di sekitarnya amat curam dan licin.

Jika ingin lebih lama di Dusun Loka, wisatawan bisa berkemah di kawasan Puncak Buttu Pagolen. Letaknya sekitar 5 sampai 7 kilometer dari air terjun Buttu Sarasa. Hamparan padang rumput di Puncak Buttu Pagolen cukup luas.

Wisatawan yang berkunjung ke air terjun Buttu Sarasa bisa bermalam di sana dan membawa perbekalan yang cukup, karena daerahnya sangat dingin. “Indah sekali di Puncak Buttu Pagolen, terutama pada malam hari karena bisa melihat Kota Enrekang dari atas,” katanya.

Rasyid menuturkan, air terjun tersebut hanya musiman, tidak seperti tahun 80an serapanya masih banyak. Ditahun 90an perna ada perusahan rotan yang masuk mengekploitasi pohon rotan yang ada disana, makanya sekarang serapannya airnya kurang.

“Jadi warga disana kurang sepakat jika tempat itu dikomersilkan. Kalau puncak Buttu Pagolen mungkin boleh untuk memperlihatkan keindahan Gunung yang ada di Batu Lappa,” ujar Rasyid.


Share
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *