Connect with us

Seni & Budaya

Menguak Upacara Adat Nyangku, Tradisi Sakral Masyarakat Panjalu Kabupaten Ciamis

Published

on

Share

Reportersatu, Upacara adat nyangku merupakan upacara adat yang telah ada sejak jaman Kerajaan Panjalu. Hingga kini upacara tersebut secara rutin dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat Panjalu, karena masyarakat Panjalu menganggap upacara adat tersebut memiliki nilai-nilai yang baik bagi kehidupan mereka, di samping melestarikan tradisi warisan leluhur.

Nyangku yang mempunyai arti nyaang laku (menerangi prilaku), Biasanya, tradisi ini dilaksanakan setiap tanggal lima likur, tujuh likur atau salapan likur. Untuk tahun ini, nyangku digelar tanggal 25 Maulud  atau 29 Rabiul Awal 1436 H.

Upacara adat Nyangku digelar di Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Adat Nyangku ini merupakan upacara prosesi mencuci dan membersihkan benda pusaka peninggalan Raja Panjalu, Prabu Sanghyang Borosngora yang biasa dilakukan setiap bulan sekali di bulan Maulid atau Robi’ul Awal.

loading...

Baca Juga : Gua Maria Lawangsih, Sebuah Perjalanan Spiritual Yang Menembus Nuansa Surgawi

Dalam upacara ini biasanya yang dilakukan adalah mengeluarkan benda benda pusaka yang selama ini disimpan di museum tempat peninggalan kerajaan Panjalu yang juga disebut Bumi Alit. Benda-benda pusaka itu diarak menuju alun-alun Panjalu oleh keluarga Kerajaan Panjalu.

Sebelumnya, terlebih dahulu benda-benda pusaka tersebut diarak dan diiringi dengan lantunan solawat, tak lupa iringan alat musik Gembyung. Ala-alat ini diarak ke Nusa Gede, tempat pemakaman Raja Panjalu beserta keturunannya yang terletak di tengah-tengah Situ Lengkong Panjalu.

Tampak ribuan masyarakat Panjalu memenuhi Alun-alun Panjalu. Mereka berdesak-desakan menyaksikan prosesi pencucian dan membersihkan benda pusaka. Mereka datang dari berbagai kota di luar Ciamis demi menyaksikan prosesi upacara tersebut.

Tak lama setelah benda-benda pusaka tersebut dicuci dan dibersihkan, kemudian benda-benda itu dibungkus memakai kain putih disertai olesan minyak khusus dan disimpan kembali ke Bumi Alit.

Adapun benda-benda pusaka yang dibersihkan diantaranya pedang pemberian Saidina Ali kepada Prabu Borosngora yang dinamai Zulfikar, Kujang Panjalu dan Keris Stokkomando.

Tujuan diadakannya Upacara Adat Nyangku adalah untuk mengenang jasa Prabu Sanghyang Borosngora yang telah menyampaikan ajaran Islam di daerah Panjalu dan sekitarnya. 

Proses persiapan dan pelaksanaan Upacara Adat Nyangku ini mengandung nilai-nilai budaya yang luhur, yaitu nilai kebersamaan, kekeluargaan, sosial, gotong royong, religi, keteguhan dan penghormatan kepada leluhur dengan senantiasa setia kepada pakem Upacara Adat Nyangku.

Selain itu, Upacara Adat Nyangku juga mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang menyangkut pemeliharaan dan pelestarian lingkungan, khususnya pemeliharaan sumber mata air di Desa Panjalu serta terjaganya habitat flora dan fauna di kawasan Pulau Nusa Gede, Danau Situ Lengkong Panjalu dan sekitarnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *