Connect with us

Kesehatan

Mengenal Rosacea, Penyakit Kulit Yang Gejalanya Mirip Dengan Alergi

Published

on

Share

Reportersatu, Rosacea adalah gangguan kulit wajah yang ditandai dengan kulit kemerahan dan bintik yang menyerupai jerawat. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kulit wajah menebal dan pembuluh darah terlihat dan membengkak.

Rosacea dapat terjadi pada siapa saja, tetapi umumnya menyerang wanita usia paruh baya yang berkulit terang. Gejalanya bisa hilang timbul dan umumnya berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Mengutip Medical News Today, rosacea umum terjadi dan memengaruhi sekitar 1-20 persen populasi. Namun, orang sering menerima diagnosis yang salah ketika mereka menderita rosacea, jadi kejadian sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

Baca Juga : Kenali 7 Manfaat Yogurt Yang Baik Untuk kesehatan

Beberapa makanan dan minuman dapat memperburuk gejala, seperti produk susu, makanan pedas, kafein, dan alkohol. Paparan sinar matahari juga dapat memperburuk gejala.

Gejala masalah kulit mirip jerawat ini dibagi menjadi 4 tipe American Academy of Dermatology (AAD), yaitu:

1. Rosacea eritematotelangiektatis: Gejala berupa perubahan warna kulit, kemerahan, dan pembuluh darah yang terlihat.

2. Papulopustular rosacea: Gejala berupa kemerahan, bengkak, dan jerawat yang menyerupai jerawat.

loading...

3. Rosacea phymatous: Gejala berupa kulit menebal dan bergelombang.

4. Ocular rosacea: Gejala berupa mata merah dan iritasi serta kelopak mata bengkak.

Penyebab Rosacea

Penyebab rosacea belum diketahui secara pasti, tapi ada dugaan penyakit ini terkait dengan faktor genetik dan lingkungan.

Beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya rosacea adalah:

  • Terpajan sinar matahari, angin, dan suhu udara dingin atau panas
  • Menderita infeksi bakteri Helicobacter plylori
  • Mengonsumsi makanan pedas, minuman panas, minuman beralkohol atau berkafein
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung cinnamaldehyde, seperti tomat, cokelat, kayu manis, atau citrus
  • Mengonsumsi obat-obatan yang bisa melebarkan pembuluh darah, seperti obat tekanan darah tinggi
  • Mengalami gigitan tungau Demodex dan infeksi dari bakteri Bacillus oleronius yang dibawanya
  • Memiliki respon tubuh yang tidak normal terhadap protein cathelicidin (protein yang melindungi kulit dari infeksi)
  • Mengalami efek samping produk perawatan wajah
  • Melakukan olahraga yang terlalu berat
  • Mengalami stres
Faktor risiko rosacea

Rosacea dapat terjadi pada siapa saja, tetapi kondisi ini lebih berisiko dialami oleh orang dengan kondisi berikut:

  • Berusia 30–50 tahun
  • Berjenis kelamin wanita
  • Memiliki warna kulit cerah
  • Memiliki kebiasaan merokok
Gejala rosacea

Rosacea lebih sering terjadi pada orang dengan kulit lebih terang. Namun, gejala rosacea lebih mudah terlihat pada warna kulit ini, dan beberapa penelitian telah meneliti prevalensi rosacea pada orang dengan kulit lebih gelap.

Gejala berikut cenderung muncul pada kebanyakan kasus rosacea:

1. Perubahan warna kulit yang persisten: Ini mungkin terlihat seperti blush on atau sengatan matahari yang tidak kunjung hilang. Itu terjadi ketika ratusan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit membesar.

2. Penebalan kulit: Kulit mungkin menebal karena jaringan kulit berlebih. Ini biasanya mempengaruhi hidung dan dapat menyebabkan rhinophyma, yang mempengaruhi laki-laki lebih dari perempuan.

3. Flushing: Ini terjadi ketika wajah menjadi gelap untuk sementara. Ini dapat menyebar dari wajah ke leher dan dada, dan kulit mungkin terasa panas yang tidak menyenangkan.

4. Benjolan dan jerawat kulit: Bisa timbul benjolan kecil, merah, seperti jerawat. Ini mungkin berisi nanah.

5. Pembuluh darah yang terlihat: Juga disebut spider veins, atau telangiectasia, ini biasanya mempengaruhi pipi, batang hidung, dan bagian lain dari wajah tengah.

6. Iritasi mata: Orang mungkin mengalami iritasi, mata berair, atau merah. Kelopak mata bisa menjadi merah dan bengkak (blepharitis), dan bintit sering terjadi.

Pencegahan Rosacea

Seperti telah dijelaskan, rosacea dipicu oleh sejumlah faktor. Oleh sebab itu, cara mencegahnya adalah dengan menghindari faktor-faktor pemicu yang telah disebutkan di atas, seperti:

  • Menghindari konsumsi makanan pedas, minuman panas, minuman beralkohol atau berkafein
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan yang melebarkan pembuluh darah, seperti obat tekanan darah tinggi
  • Melakukan olahraga secara bertahap, mulai dari yang ringan terlebih dulu sebelum melakukan olahraga yang berat

Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *