Connect with us
DomaiNesia

Seni & Budaya

Mengenal Flute, Alat Musik Zaman Pra-Sejarah

Published

on

Music 3090204 1280 1024x682 (1)
Share

Reportersatu, Salah satu alat musik tiup di dunia adalah flute. Flute merupakan salah satu alat musik yang tergolong dalam keluarga tiupan kayu atau dikenali sebagai (woodwind).  Flute adalah satu-satunya alat musik yang dimainkan secara melintang dalam keluarga woodwind.

Berbeda daripada alat musik woodwind lain seperti klarinet dan saxofon yang apabila ditiup dapat menghasilkan bunyi dengan mudah, flute tidak demikian karena flute memerlukan teknik tiupan yang benar untuk menghasilkan bunyi dan ton yang lembut. Flute terkenal dengan karakter bunyinya yang lembut dan merdu.

Para ahli memperkirakan bahwa flute ini alat musik yang dibunyikan oleh angin, telah ditemukan oleh manusia sejak zaman pra-sejarah. Mereka menemukan banyak contoh alat musik berbentuk seperti flute, yang terbuat dari tulang hewan dengan beberapa lubang di badan utamanya. Ukurannya tidak terlalu besar, bahkan hampir menyerupai flute masa kini.

Flute yang digunakan oleh orang-orang Mesir dan Sumeria berasal dari tahun 3000 SM. Tidak banyak catatan sejarah mengenai penggunaan flute oleh peradaban lain, tapi para sejarawan percaya bahwa setiap kebudayaan memiliki tradisi menggunakan alat tiupnya masing-masing, yang terus dikembangkan hingga saat ini.

Baca Juga : Klarinet, Terompet Kecil Bernada Tinggi dari Zaman Mesir

Seorang komponis Prancis, bernama Jean Baptiste Luly (1632-1687) adalah orang pertama yang menciptakan instrumen musik untuk flute. Ia membuat beberapa musik yang mengacu pada nada-nada flute pada 1681. Pada abad ke-19, Theobald Bohm (1794-1881), menyempurnakan susunan lubang dan nada pada alat musik flute, hingga menjadi seperti yang kita kenal saat ini.

Selain flute, alat musik tiup lain yang diperkirakan telah digunakan oleh manusia sejak zaman pra-sejarah adalah terompet. Alat musik ini awalnya dibuat dari kulit kerang dan gading. Sebuah terompet perunggu berasal dari tahun 2000 SM, ditemukan di wilayah Mesir.

Bangsa Romawi dan orang-orang Skandinavia kuno telah mengenal dengan baik instrumen terompet ini. Mereka bahkan mampu membuat terompet berbentuk melingkar, seperti pada terompet modern. Bangsa Romawi berhasil mengembangkan terompet dengan menambahkan beberapa ornamen agar suara yang dihasilkan menjadi baik.

Beberapa alat tiup modern ditemukan sekitar abad ke-17 hingga abad ke-19. Misalnya, Klarinet ditemukan oleh Johann Christoph Denner di Nurberg, Jerman, sekitar tahun 1670. Meskipun bentuk awal Klarinet itu berasal dari kebudayaan Mesir dan Yunani Kuno.

Selain itu juga ditemukan Saksofon oleh Antione-Joseph “Adolphe” Sax (1814-1894) di Belgia. Ia menemukan alat musik modern itu ketika sedang melakukan pengembangan untuk klarinet bass. Saksofon lalu dipatenkan pada 1846, dan menjadi instrumen penting perkembangan musik Jazz di tahun 1920-an.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *