Connect with us

Wisata

Menelusuri Destinasi Wisata Alam Banyuwangi Yang Eksotis

Published

on

036cbd03af2d4c9a9e027839f80b4b7c (1)
Share

Reportersatu, Libur panjang akhir tahun ini tentunya banyak warga masyarakat ingin mengisinya dengan berlibur dan berwisata di tempat-tempat eksotis.

Salah satu wilayah yang menawarkan banyak wisata alam yang indah dan menantang adalah Banyuwangi, Jawa Timur.

Kabupaten paling ujung Pulau Jawa ini ternyata menyimpan sederet lokasi wisata alam yang indah dan juga bersejarah. Misalnya, kita bisa menyusuri sejarah salah satu kecamatan yang namanya berbau eropa yaitu Kecamatan Glenmore dengan perkebunan peninggalan jaman belandanya, atau menaklukkan tingginya ombak pantai Pulau Merah diatas papan surfing. 

Glenmore awalnya merupakan sebuah nama perkebunan tembakau milik seorang Inggris bernama Ros Taylor sejak tahun 1910. Dalam bahasa Skotlandia Glenmore diartikan sebagai daerah perbukitan. Berdasarkan jejak sejarah itu, Glenmore kemudian menjadi sebuah nama kecamatan yang pantas menjadi destinasi wisata alam dan sejarah.

Baca Juga : Mengenal Wisata Budaya Kampung Batik Gedangsari Yogyakarta

Memasuki Glenmore, kita akan langsung disuguhkan sebuah jembatan bersejarah, yaitu Jembatan Kudung yang dibangun tahun 1914 oleh perusahaan swasta Belanda Landbouw Maatschappij Onderneming David Bernie. Kudung sendiri berarti penutup kepala karena jembatan ini memiliki atap.

Tantangan selanjutnya menjajal derasnya aliran Sungai Kalibaru, dengan menggunakan perahu rafting. Rafting di sungai ini menempuh jarak sekitar 8 Km dan memiliki sekitar 25 jeram menantang apalagi saat arus deras.

Puas dengan rafting di Glenmore, kita dapat bergerak kearah selatan Banyuwangi, yaitu Pantai Pulau Merah. Pulau Merah adalah sebuah pantai di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, yang dikenal karena sebuah bukit hijau kecil dengan tanah berwarna merah di bibir pantai. Disini juga terdapat pura yang sering digunakan warga Hindu melaksanakan ibadah dan upacara Mekiyis.

Pantai Pulau Merah memang dikenal memiliki ombak yang menantang. Tidak heran lokasi ini kerap menjadi tempat digelarnya kompetisi surfing tingkat nasional maupun internasional. Tapi jika enggan mencoba surfing, wisatawan tetap bisa menikmati keindahan pantai ini misalnya dengan berenang atau sekedar ber-selfie ria di tepian.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *