Connect with us

Nasional

Menaker Beri Surat Edaran Pemimpin Daerah Lindungi Pekerja Dari Corona

Published

on

Menaker Beri Surat Edaran Pemimpin Daerah Lindungi Pekerja Dari Corona
Share

Reportersatu, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengeluarkan Surat Edaran khusus kepada seluruh pemimpin daerah se-Nusantara. Surat Edaran yang dialamatkan kepada Kepala Daerah ini untuk perlindungan pekerja di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. 

Baca Juga : Badan Narkotika Nasional, Menolak Ganja Dapat Sembuhkan Penyakit Asma

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kotamadya harus memperhatikan pernyataan resmi dari WHO terkait pendemi global virus Covid-19. Terkait dengan procedur masker, penyemprotan cairan disinfektan, baju khusus dan keberadaan hand sanitizer di area perkantoran maupun pabrik.

“Sehubungan dengan meningkatnya penyebaran Covid-19, dan memperhatikan pernyataan resmi WHO bahwa virus ini sebagai pandemi global maka diperlukan langka untuk melindungi pekerja/buruh dan kelangsungan usaha,” kata Ida Fauzia dalam suratya tertanggal 17 Maret 2020 yang diterima oleh Reporter Satu.

loading...

Selain itu, Politisi PKB tersebut juga menjelaskan perihal butir poin lainnya untuk memproteksi para pekerja swasta maupun buruh dari terjangkitnya wabah virus Covid-19.

Baca Juga : Jokowi: WNI di Natuna Kondisi Sehat dan Kembali Berkumpul Bersama Keluarga

Berikut Imbauan Pemerintah Terkait Perlindungan Pekerja di Tengah Wabah Corona:

1. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap aturan keselamatan kesehatan kerja.

2. Menyebarkan informasi kepada jajarannya yang ada di wilayah pembinaan dan pengawasan.

3. Laporkan kepada instansi terkait tiap ada kasus atau yang patut diduga sebagai kasus Covid-19 di tempat kerja. masing-masing.

4. Memerintahkan setiap pimpinan perusahaan untuk melakukan antisipasi penyebaran Covid-19. “Kepada pekerja/buruh untuk melakukan antisipasi tindakan pencegahan sepertli perilaku hidup ersoh dan sehat dengan menginterasikan program K3, P2K3, dan pelayanan kesehatan kerja,” jelas Ida.

5. Mendorong pimpinan perusahaan segera membuat rencana kesiapsiagaan dalam antisipasi pandemi Covid-19 dengan tujuan memperkecil resiko penularan di tempat kerja dan menjaga kelangsungan usaha.

6. Dalam hal terdapat pekerja/buruh atau pengusaha yang beresiko, diduga atau mengalami sakit akibat Covid-19, maka dilakukan langkah penanganan sesuai standar kesehatan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga : Mahfud MD: Penataran P4 akan Dihidupkan Kembali dengan Format Baru

Seperti diketahui bahwa dari data terbaru Pemerintah soal pasien positif Corona sudah mencapai 172 orang per Selasa sore, 17 Maret 2020. Dari ratusan pasien positif Corona tersebut terdapat nama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai pasien ke- 76 pasien Covid-19. Budi Karya Sumadi pun saat ini telah mendapatkan perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto. (Mey)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *