Connect with us

Nasional

Maksimalkan Program, Kemenkes Perluas Sasaran Vaksinasi Sesuai Usia

Published

on

Share

Reportersatu, Program vaksinasi tahapan dua yang berjalan paralel antara petugas pelayanan publik dan lansia masih tak seimbang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana mengubah sasaran vaksinasi Covid-19 sesuai dengan urutan umur berdasarkan kerentanan terhadap paparan virus corona.

“Nanti mungkin kalau vaksin ternyata stoknya tidak mencukupi, kita akan vaksinasi untuk seluruh masyarakat kita berdasarkan umur,” kata Nadia dalam acara daring yang diselenggarakan Lapor Covid-19 Jumat (4/6).

Nadia mengatakan rencana perubahan sasaran ini dibahas lantaran banyak kritik dari masyarakat, termasuk terkait capaian vaksinasi ke warga lanjut usia (lansia).

Baca Juga : Kedubes Arab Saudi Bantah Informasi Indonesia Tidak Dapat Kuota Haji

Data Kemenkes per 3 Juni mencatat capaian dua dosis lengkap vaksinasi pada lansia baru mencapai 10,5 persen, sementara pada petugas pelayanan publik telah mencapai 42,42 persen.

loading...

Nadia menegaskan bahwa pemetaan sasaran vaksinasi pada Semester I dengan memprioritaskan tenaga kesehatan dan lansia sudah tepat sesuai dengan kerentanan warga.

“Kalau kemudian justru nanti tenaga kesehatan atau lansia malah tidak mendapat fasilitasi, ini tentunya tidak sesuai dengan jumlah stok vaksin yang sangat terbatas,” ujarnya.

Nadia melanjutkan capaian program vaksinasi virus corona nasional yang menyasar usia pra lansia atau warga dengan usia 50 tahun ke atas masih cukup rendah.

“Kita di vaksinasi (usia) 50 tahun sudah dua minggu kebijakannya digulirkan, tapi belum terlihat capaian yang cukup banyak,” kata Nadia.

Tak hanya pralansia, capaian vaksinasi pada lansia (usia di atas 59 tahun) juga masih tergolong rendah.

Melihat temuan itu, Nadia mengatakan masih ada beberapa kendala pada vaksinasi lansia. Mulai dari lansia yang enggan datang ke fasilitas pelayanan publik hingga pemerintah daerah yang belum memprioritaskan lansia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes itu pun menyebut masih ada beberapa Puskesmas yang belum memasukkan lansia dalam kategori prioritas vaksin, padahal program ini sudah terlaksana sejak pekan kedua hingga ketiga Maret lalu.

“Ada daerah-daerah yang sudah mulai vaksinasi lansia, tapi ada juga yang belum. Ini kami juga monitor di awal April ada 30 kabupaten/kota yang belum memberikan vaksin pada lansia, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” ujar Nadia.

Kemenkes sejauh ini telah memangkas tahapan program vaksinasi nasional yang awalnya empat menjadi tiga tahapan. readyviewed Sasaran vaksinasi tetap sama yakni total 181.554.465 penduduk Indonesia.

Pada tahapan pertama, Kemenkes menyasar sebanyak 1,4 juta tenaga kesehatan, kemudian tahap kedua secara paralel menyasar sebanyak 21,5 juta lansia dan 17,4 petugas pelayanan publik.

Kemudian pada tahapan ketiga menyasar 141,2 juta masyarakat rentan dan masyarakat umum sesuai dengan pendekatan klaster. Artinya, perubahan hanya terjadi penggabungan tahapan ketiga dan keempat yang akan dilakukan secara paralel.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *