Connect with us

Peristiwa

Longsor Sumedang, Polda Jabar Selidiki Izin Perumahan Cimanggung

Published

on

Screenshot 2021 01 10 01 25 11 (1)
Share

Reportersatu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar akan menyelidiki bencana tanah longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Pasalnya, ada dugaan unsur kelalaian pengembang dalam membangun permukiman di kawasan rawan longsor tersebut.

Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri menyampaikan, penyelidikan akan diutamakan terkait perizinan permukiman warga yang tinggal di dekat lokasi bencana longsor.

Baca Juga : Gubernur Jawa Barat Tinjau Lokasi Bencana Longsor Sumedang

“Penyelidikan terkait perizinan perumahan ini akan kami dalami seperti apa perizinannya,” katanya, Minggu, (10/1/21).

Menurutnya, lokasi perumahan di lingkungan tebing ini tidak layak untuk didirikan hunian. Sebab, potensi terjadinya tanah longsor cukup rawan di daerah tersebut.

“Jadi kalau areal seperti ini dibangun perumahan seyogyanya memang sangat rawan. Tetapi nanti kita selanjutnya akan kita dalami itu,” katanya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani mengatakan, perumahan di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, berada di lokasi kemiringan terjal.

“Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan yang terjadi di lereng atas permukiman. Daerah tersebut memiliki kemiringan lereng agak terjal. Pelapukan breski dan tufa yang mudah meloloskan air dan di bawah merupakan lapisan kedap air sehingga berfungsi sebagai bidang gelincir,” kata Kasbani.

Titik terjangan longsor, ujar Kasbani, di Perum Pondok Daud terjadi pada Sabtu, berada di ketinggian sekira 700 hingga 750 mdpl.

“Berdasarkan peta prakiraan, terjadi gerakan pada Januari 2020 di Kecamatan Cimanggung, Sumedang masuk dalam kategori zona potensi gerakan tanah menengah dan tinggi. Pada zona ini, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal dan gerakan tanah lama kembali aktif,” ujarnya.

Diketahui, korban dalam bencana longsor di Sumedang yang terjadi pada Sabtu 9 Januari 2021 lalu mencapai 13 orang meninggal dunia.

Kemudian, sebanyak 25 orang selamat, tiga di antaranya dievakuasi tim SAR gabungan dan 21 menyelamatkan diri. Sementara, 27 orang lainnya masih dalam pencarian.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *