Connect with us

Sport

Kurangi Resiko Wabah Corona, BWF Tangguhkan Semua Turnamen

Published

on

Kurangi Resiko Wabah Corona, Bwf Tangguhkan Semua Turnamen
Share

Reportersatu, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah mengeluarkan putusan untuk menangguhkan semua turnamen yang berada di bawah naungan mereka, mulai 16 Maret hingga 12 April 2020.

Hal ini dilakukan BWF guna mengurangi risiko penyebaran Virus Korona yang saat ini tengah melanda dunia serta menjaga kesehatan dan keselamatan para atlet, ofisial, dan juga penonton.

Baca Juga : Skuad Garuda Koko Ari Mendapatkan Pesan Khusus Dari Shin Tae-yong

Melihat situasi saat ini yang sedang tidak kondusif akibat mewabahnya Virus Korona, maka PBSI

loading...
 pun akan mempertimbangkan penyelenggaraan turnamen di Indonesia. Sebab, PBSI tak ingin memaksakan diri tetap menggelar turnamen dengan tingkat risiko yang tinggi terhadap kesehatan banyak pihak.

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, menerangkan bahwa sebelum ini sebenarnya telah digelar rapat dengan Kemenpora Indonesia untuk membahas penyelenggaraan turnamen di dalam negeri. Rapat tersebut menghasilkan putusan bahwa untuk sepakbola, bulu tangkis, basket, dan voli diperbolehkan melanjutkan turnamen seperti biasa.

Saat ini, agenda turnamen bulu tangkis terdekat adalah Sirkuit Nasional Premier Jawa Tengah yang diselenggarakan di Purwokerto. Jika melihat jadwal yang sudah dibuat, turnamen tersebut rencananya akan dilangsungkan pada 23-28 Maret 2020.

Kendati demikian, PBSI akan mempertimbangkan lagi penyelenggaraan tersebut. Mereka masih akan memantau perkembangan di Indonesia terkait penyebaran Virus Korona. Jika semakin berbahaya, bukan tak mungkin turnamen bisa ditangguhkan.

Baca Juga : Sebastian Vettel Mengalami Problem Saat Tes Pramusim Formula One

“Ada beberapa turnamen yang akan menjadi pertimbangan kami, salah satunya adalah Sirkuit Nasional yang akan berlangsung di Purwokerto. Kalau dilihat dari hasil rapat dengan Kemenpora kemarin, untuk PSSI, Basket dan Voli dipersilakan untuk tetap berjalan, namun dengan mengkondisikan tidak terjadinya perkumpulan massa, yang memungkinkan terjadinya kontaminasi,” jelas Budiharto, mengutip dari laman resmi PBSI, Sabtu (14/3/2020).


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *