Connect with us

Internasional

‘Kuda Nil Kokain’ Peninggalan Gembong Narkoba Pablo Escobar Terancam Dimusnahkan

Published

on

Share

Reportersatu, Kuda nil milik gembong narkoba asal Kolombia, Pablo Escobar harus menghadapi nasib yang sama dengan pemiliknya. Pasalnya, para ilmuwan memperingatkan hewan-hewan tersebut sudah mengambil alih tanah rawa di Kolombia, dan ada kemungkinan tidak bisa dikendalikan

Dilansir Associated Press, Kamis (11/2/21), pemerintah Kolombia dan Kota Medellin sudah berusaha mengendalikan pertumbuhan jumlah kuda nil yang berada di Sungai Rio Grande. Namun, upaya yang mereka lakukan seolah tidak efektif karena jumlah binatang liar itu terus bertambah dalam delapan tahun terakhir, dari 35 ekor menjadi sekitar 65 atau 80 ekor.

Para peneliti lingkungan khawatir jika kondisi itu dibiarkan maka bisa mengancam keanekaragaman hayati, juga membahayakan binatang lain serta penduduk sekitar. Mereka memperkirakan jika pertumbuhan kuda nil itu tidak dibatasi dengan cara dibunuh, maka jumlahnya bisa berlipat hingga 1.500 ekor hingga 2035.

loading...

Baca Juga : Hong Kong Musnahkan 3.000 Babi Setelah Temukan Demam Flu Babi Afrika

“Saya meyakini ini menjadi hambatan bagi salah satu spesies yang invasif di dunia,” kata pakar ekologi Universitas Quintana Roo di Meksiko, Nataly Castelblanco-Martínez.

Nataly mengatakan metode melakukan sterilisasi terhadap kuda nil itu dinilai tidak efektif.

Meski begitu, wacana membatasi populasi kuda nil dengan cara dibunuh juga memicu perdebatan dari penduduk sekitar. Terutama bagi mereka yang mengandalkan hidup dari sektor pariwisata dengan membuka jasa pemandu untuk melihat hewan peninggalan sang gembong narkoba.

Para pakar mulai meneliti kuda nil peninggal Escobar setelah mendengar kabar ada seorang petani yang terluka karena diserang. Selain masalah populasi, kuda nil juga mengubah kualitas air sungai karena kotoran mereka selain berendam sepanjang hari.

Dalam masa kejayaannya pada 1980-an, Escobar membeli tanah seluas 2.225 hektare di Medellin yang dinamakan Hacienda Napoles untuk dijadikan tempat tinggal dan kebun binatang.

Ketika Pablo Escobar terbunuh, pihak berwenang mengambil alih tanah seluas 7.000 acre miliknya, termasuk kebun binatang pribadi di lembah Magdalena, Kolombia tempat di mana empat kuda nil itu disimpan.

Pemerintah setempat memutuskan tidak memindahkan kuda nil itu karena terhambat masalah logistik dan biaya. Sebab, berat hewan itu mencapai tiga ton dan biaya pemindahannya mencapai ribuan dolar.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *