Connect with us

Nasional

KPK Ungkap Kronologi Pegawai Curi Barbuk Emas 1,9 Kg

Published

on

Share

Reportersatu, Salah seorang pegawai KPK berinisial IGAS mencuri barang bukti berupa emas dengan berat 1,9 kg. Emas tersebut bukti korupsi mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan pegawainya mencuri barang bukti itu karena terlilit utang. Emas yang bernilai Rp900 juta itu kemudian digadaikan guna membayar utang IGAS yang menurut Tumpak cukup banyak.

Atas perbuatannya, Dewas KPK menjatuhkan sanksi etik berat berupa pemberhentian secara tidak hormat terhadap oknum satgas KPK yang kedapatan menggelapkan barang bukti berupa emas seberat 1,9 Kg.

loading...

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan cara pegawai berinisial IGAS mencuri emas barang bukti hasil korupsi seberat 1,9 kg. IGAS merupakan pegawai yang bekerja di Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK. Selama ini terdapat tiga lapis keamanan terkait penyimpanan barang bukti.

Ghufron mengatakan IGAS bisa masuk keamanan lapis pertama. Kemudian, IGAS mengambil kunci secara diam-diam dari rekannya untuk masuk ke keamanan lipis kedua.

“Kunci di tangan orang kedua dia curi di tasnya, itu pun tidak diketahui. Itu yang terjadi,” kata Ghufron dalam konferensi pers yang digelar di Gedung KPK, Jumat (9/4/21).

Baca Juga : Isi Lengkap Surat Jokowi Terkait Usul Merger Kemenristek-Kemendikbud

Penjaga lapis kedua, kata Ghufron, sudah akrab dengan IGAS. Hal itu membuat penjaga tersebut tidak waspada dan meletakkan tas berisi kunci itu di tempat yang diketahui IGAS.

“Nah itu yang fatal,” kata Ghufron.

Ghufron mengatakan pihaknya kini memperketat pengamanan penyimpanan barang bukti. Ia mengaku juga akan melakukan rotasi pegawai dan mengganti password brankas secara berkala.

“Untuk mengakses kepada barang bukti ke brankas kami, kami akan melakukan pemutaran. Artinya supaya password-nya itu tidak tetap selama satu tahun,” ujarnya.

Selain itu, KPK juga akan mengalihkan otoritas perubahan password kepada pimpinan. Para pimpinan tersebut kemudian secara rutin akan melakukan perubahan terhadap password masing-masing.

“Sehingga walaupun pengelolanya tetap tapi password-nya sudah akan berubah-ubah itu yang akan kami lakukan,” kata Ghufron.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *