Connect with us

Nasional

KPK Terus Telusuri Aliran Uang Terkait Kasus Korupsi Nurdin Abdullah

Published

on

Share

Reportersatu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut aliran uang dari dan kepada Gubernur Sulawesi Selatan non-aktif Nurdin Abdullah. Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan terhadap mahasiswa bernama Muhammad Irham Samad dan Fery Tandiady selaku wiraswasta, Selasa (6/4/).

“Para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang. Baik yang diterima oleh tersangka NA (Nurdin Abdullah) melalui tersangka ER (Edy Rahmat) maupun aliran sejumlah uang dari tersangka NA ke berbagai pihak,” kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Rabu (7/4/21).

loading...

Sementara terhadap dua saksi lain yakni Idham Kadir (PNS) dan anggota DPRD Kota Makassar Eric Horas akan dijadwalkan pemeriksaan ulang.

Dalam proses penyidikan berjalan, KPK mengendus dugaan uang hasil korupsi yang dibagikan Nurdin kepada pihak lain. Namun, lembaga antirasuah tidak menyebut secara gamblang pihak dimaksud.

Ali menyatakan penyidik mendugaNurdintelah memberikan perintah khusus untuk memenangkan kontraktor tertentuterkait dengan lelang pekerjaan proyek jalan ruasPalampang – Munte – Bontolempangan di Kabupaten Sinjai/Bulukumba.

Adapun sejumlah barang atau benda yang sudah diamankan dalam perkara ini yakni uang Rp1,4 miliar serta pecahanmata uang asing senilai total US$10.000 dan Sin$190.000.

Seperti diketahui Nurdin ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp5,4 miliar dari beberapa kontraktor. Satu di antaranya ialah dariDirektur PT Agung Perdana Bulukumba (APB),Agung Sucipto. Uang itu berkaitan dengan proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *