Connect with us

Peristiwa

Kongres HMI di Surabaya Ricuh, Enam Orang Peserta Diamankan

Published

on

Share

Reportersatu, Situasi Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dilaporkan ricuh. Sejumlah peserta kongres mengamuk.  Keributan bermula saat sejumlah peserta meminta anggota Badan Koordinasi (Badko) HMI se-Indonesia dihadirkan.

Namun, permintaan itu tidak dipenuhi karena tidak bisa diakomodir mayoritas peserta. Hal ini membut sejumlah peserta yang meminta tidak terima dan memulai kericuhan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Badko HMI Jawa Timur Yogi Pratama.

“Yang memperlambat itu meminta badko se-Indonesia hadir ke lokasi, itu kan tidak mungkin,” kata Yogi, Selasa malam.

Baca Juga : Pria Pengganda Uang Dengan Menggunakan Jenglot di Bekasi Berhasil di Amankan

Yogi mengakui bahwa sejumlah kaca pintu Gedung Islamic Center tersebut pecah akibat ulah lemparan dari dalam. Selain itu kursi kongres yang semula tersusun juga berantakan diduga dihamburkan oleh peserta kongres yang mengamuk.

loading...

“Iya ada yang pecah itu. Lemparan dari dalam. Biasa mereka memaksakan kehendak, yang kehendaknya tidak bisa diikuti mayoritas pemilik suara di dalam. Melakukan tindakan yang tidak dikehendaki,” ucap Yogi.

Terkait kericuhan yang terjadi di tengah pelaksanaan sidang kongres HMI di Surabaya, Personel Polda Jawa Timur berhasil mengamankan enam peserta Kongres. Mereka diduga telah melakukan pelemparan kursi hingga mengakibatkan kaca di gedung Islamic Center pecah berantakan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan enam orang itu diamankan berdasarkan permintaan pihak panitia kongres HMI sendiri. Keenamnya kini tengah diperiksa lebih lanjut

“Ada miskomunikasi di antara mereka, kemudian ada yang membanting kursi, ini atas permintaan panitia, kami amankan enam orang dan sekarang masih dalam pemeriksaan,” kata Nico di lokasi kongres, Rabu (24/3/21) pagi.

Nico mengatakan, pihaknya akan mendukung jalannya kongres ini. Bagi dia, HMI adalah organisasi mahasiswa yang sudah lama dan sudah mengerti akan demokrasi. Ia berharap pascakejadian ini kongres kembali berjalan dengan aman dan tertib.

Selain mengamankan jalannya kongres. Nico mengatakan pihaknya juga melakukan penjagaan di luar arena kongres. Sebab, diketahui terdapat rombongan seribuan kader HMI nonpeserta kongres, asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang datang ke Surabaya.

Mereka terus menerus mencoba masuk ke arena kongres sejak beberapa hari lalu. Namun polisi mengadang, dengan alasan untuk menjaga protokol kesehatan di dalam Gedung Islamic Center.

“Kami melakukan pendekatan kami bagi dengan bantuan Ibu Gubernur, Pangdam, Pangko Al dan Danlanud AU di sini. Alhamdulillah rombongan bisa turut mengerti dan mengamankan kota Surabaya baik dari keamanan maupun Covid-19,” ucap dia.

Sementara itu, soal agenda kongres yang molor, Nico mengatakan pihak panitia telah mengajukan permohonan penambahan waktu selama sehari ke kepolisian dan Pemprov Jatim.

Atas kejadian ini, Nico berharap agar HMI bisa segera menuntaskan semua tahapan-tahapan kongres, dan secepatnya menyelesaikan segala permasalahan di dalamnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *