Connect with us

Nasional

Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Aliran Dana Ribuan ASN Fiktif

Published

on

Share

Reportersatu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkapkan sebanyak 97.000 data base aparatur sipil negara (ASN/PNS) yang tidak jelas keberadaannya, namun mendapatkan gaji dan iuran pensiun.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Hari Wibisana menyebutkan adanya fakta mengejutkan setelah melakukan pendataan aparatur sipil negara (ASN)/PNS secara online. Sebanyak 97 ribu ASN itu fiktif atau tidak ada orangnya. Namun, pemerintah hingga saat ini masih memberikan gaji dan dana pensiun.

loading...

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni heran dengan temuan ini. Dia mempertanyakan, mengapa negara bisa mengeluarkan dana ke puluhan ribu ASN fiktif selama bertahun-tahun.

“Ini sangat membingungkan. Bagaimana bisa hampir 100 ribu orang nggak ada wujudnya, tapi negara terus membayarkan gaji mereka selama bertahun-tahun? Ini jelas ada yang tidak beres,” ujar Sahroni, Selasa (25/5/21).

Baca Juga : Presiden Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Waisak Untuk Seluruh umat Buddha di Indonesia

Dia pun meminta Polri bersama BKN bekerja sama menelusuri temuan ini. Polisi harus menelusuri ke mana aliran uang gaji dan pensiunan para PNS fiktif tersebut. Apakah ada unsur pidana juga di dalam temuan ini.

“Ini harus diinvestigasi secara serius, dan polisi juga harus menelusuri ke mana uang ini sampenya? mengapa bisa terus terjadi selama bertahun-tahun lamanya. Jangan-jangan ada penyelewengan pidana,” pungkasnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *