Connect with us

Kuliner

Ketahui Fakta Menarik Dibalik Makanan Hot Dog

Published

on

Hotdogs Te Main 200702 1e1ea98797356fd7f729a2b294d7bb26 (1)
Share

Reportersatu, Setiap daerah memiliki makanan populernya sendiri. Di Indonesia sendiri banyak macam makanan dari tiap daerah. Selain masakan lokal fast food juga banyak digemari dan dijual. Seperti burger, pizza, hot dog, dan lain-lain.

Diantaranya hot dog memiliki nama yang jika diartikan adalah anjing panas. Namun makanan ini tidak berasal dari daging anjing seperti namanya. Ciri khas makanan ini terdapat roti panjang dengan isian sosis, ditambah potongan selada, tomat, saos, dan lainnya.

Berikut fakta menarik hot dog yang harus diketahui :

1. Bukan berasal dari daging anjing

Hot dog sama sekali tidak mengandung daging anjing. Hot dog pertama kali diciptakan oleh orang Jerman pada tahun 1852. Mereka berinovasi dengan membuat sosis yang berukuran lebih langsing, pipih dan panjang, berbeda dari sosis biasanya yang cenderung buntal dan tambun. Selain itu, sosis ini juga memiliki sarung yang tipis. Isiannya adalah daging cincang yang sudah diberi banyak bumbu dan kemudian diasapi.

Si pembuat sosis ini memiliki anjing dachshund yang kemudian menginspirasinya untuk memberi nama sosis ciptaannya karena bentuknya yang mirip. Sejak itulah orang-orang menyebutnya dengan “dachshund sausages”.

2. Dulu dikonsumsi tanpa roti

Seiring berjalannya waktu banyak orang Jerman yang bermigrasi ke Amerika. Pada tahun 1860an inilah orang-orang Amerika mulai mengenal “dachshund sausages”. Namun, dulunya sosis ini hanya dikonsumsi begitu saja, atau tanpa roti.

3. Charles Feltman adalah orang yang mempopulerkan hot dog di Amerika

Feltman adalah orang Jerman yang bermigrasi ke Amerika pada tahun 1856 saat dia masih berumur 15 tahun. Pada tahun 1867, dia menjual pie di Coney Island beach dengan menggunakan gerobak dorong. Namun, karena cuaca yang dingin orang-orang pun lebih menyukai makanan hangat. Alhasil dagangannya tidak laku. Dia memutar otak dan akhirnya mendapat ide untuk menjual “dachshund sausages” yang dijepit roti bun. Makanan yang praktis, enak, dan murah ini pun langsung meroket dan laku keras di Amerika.

Feltman menamai dagangannya ini dengan ‘Frankfurter Sandwiches’. Meski seorang pelopor, namun usaha Feltman bangkrut karena dia menjual dagangannya dengan harga tinggi. Kemudian pada tahun 1916, Nathan Handwerker yang merupakan anak buah Feltman membuka usaha hot dog dan laku keras. Hal inilah yang menyebabkan hot dog makin populer.

4. Nama hot dog berawal dari pertandingan bisbol dan basket

‘Dachshund sausages’ yang sudah masuk Amerika pada tahun 1860-an populer di New York. Biasanya, makanan ini dijual di pertandingan bisbol atau basket. Biasanya para penjual akan berteriak, “Get your hot dachschund sausages!”.

Ketika seorang kartunis New York Journal yang bernama Tad Dorgan sedang melihat pertandingan, dia kemudian terinspirasi dan membuat ilustrasi anjing yang berada di tengah roti bun, lalu memberi caption “get your hot dogs.” Semenjak itulah kata-kata hot dog makin populer dan dikenal hingga sekarang ini.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *