Connect with us

Kesehatan

Kenali Kangker Tiroid Yang Diidap Thalita Latief

Published

on

Share

Reportersatu, Artis Thalita Latief mengungkapkan dirinya mengidap kanker tiroid stadium 4.


Tiroid merupakan sel kelenjar yang ada di pangkal leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang mengatur detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan.


Kanker tiroid terletak pada pangkal leher dan berbentuk seperti kupu-kupu. Pada tahap awal kanker ini cenderung tidak bergejala.

Namun seiring pertumbuhannya, kanker tiroid bisa menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada leher, dan bisa menyebabkan sakit ketika menelan makanan.


Sebagaimana dilansir MayoClinic, belum diketahui apa penyebab munculnya kanker tiroid. Namun, kanker tiroid kerap terjadi ketika sel-sel di tiroid mengalami mutasi genetik.


Mutasi memungkinkan sel untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Sel-sel ini juga menjadi abnormal dan tidak bisa mati.


Sel tiroid abnormal ini akan terakumulasi dan membentuk tumor, menyerang jaringan di dekatnya dan dapat menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain.

Jika tidak mendapat penanganan serius, kanker tiroid bisa berakibat fatal hingga meregang nyawa.


Gejala kanker tiroid


Seperti dikatakan di awal, kanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap pertama pertumbuhannya.

Kadang kala gejala baru muncul ketika tumor mulai membesar. Saat tumbuh, beberapa gejala yang mungkin terjadi seperti ada benjolan (nodul) di leher, suara berubah menjadi serak, sulit menelan, sakit di leher dan tenggorokan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

loading...


Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mendiagnosis kanker tiroid, seperti pemeriksaan kesehatan, laringoskopi, pemeriksaan darah, hingga CT Scan.


Faktor risiko kanker tiroid


perempuan berusia 25-26 tahun memiliki risiko tinggi terkena kanker tiroid.


Selain itu, paparan radiasi atau radioaktif di kepala dan leher saat bayi atau anak-anak juga memperbesar risiko terkena kanker tiroid.


Kanker biasanya baru tumbuh dalam waktu lima tahun setelah terkena radiasi.


Faktor risiko lainnya adalah:

-Memiliki riwayat penyakit gondok


-Memiliki sindrom genetik bawaan tertentu seperti sindrom Cowden


-Memiliki kelainan hormonalJenis kanker tiroid


Kanker tiroid diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan tipe sel yang ditemukan pada tumor.
Mengetahui jenis kanker tiroid akan membantu menentukan jenis pengobatan yang akan digunakan.


Kanker tiroid umumnya muncul dari sel folikel yang memproduksi dan menyimpan hormon tiroid.

Ada dua jenis kanker tiroid berdasarkan sebab ini, yaitu kanker tiroid papiler dan kanker tiroid folikuler. Dua jenis kanker tiroid ini biasanya dapat diobati dan sembuh.


Ada satu jenis kanker tiroid yang tergolong ke dalam tumor ganas sehingga lebih sulit disembuhkan, yaitu Kanker tiroid anaplastik.


Kasusnya terbilang jarang, namun sangat ganas karena tumor dapat menyebar dengan cepat.


Kemudian ada kanker tiroid meduler yang dimulai di sel tiroid sel C. Sel ini menghasilkan hormon kalsitonin. Biasanya, kanker tiroid jenis ini diakibatkan karena sindrom genetik tertentu.


Jenis langka lainnya yang pernah terjadi termasuk limfoma tiroid yang dimulai dari sel sistem kekebalan tubuh, dan sarkoma tiroid yang dimulai di sel jaringan ikat.

Perawatan kanker tiroid


perawatan kanker tiroid akan bergantung pada jenis kanker, keparahan, dan seberapa besar tumor telah menyebar (metastasis) di dalam tubuh.

Kebanyakan orang akan menjalani operasi pengangkatan semua atau sebagian kelenjar tiroid.
Tindakan ini akan menyebabkan hilangnya kemampuan tubuh untuk menghasilkan hormon tiroid yang normal.


Biasanya dokter akan meresepkan suplemen untuk menggantikan hormon tiroid yang hilang.

Perawatan lainnya termasuk terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi hormon tiroid.


Meski sudah dinyatakan sembuh, kanker tiroid dapat muncul kembali, bahkan setelah dilakukan operasi pengangkatan.

Ini diakibatkan karena sel kanker mikroskopis telah menyebar ke luar tiroid sebelum diangkat.
Biasanya kanker tiroid muncul kembali pada kelenjar getah bening di leher, ada potongan kecil jaringan tiroid yang tertinggal selama operasi, atau pada area tubuh lainnya seperti paru-paru dan tulang.


Dokter biasanya akan merekomendasikan tes darah rutin atau pemeriksaan berkala untuk memeriksa kemungkinan kanker tiroid muncul kembali.

Pencegahan kanker tiroid


Para ahli belum bisa menemukan penyebab pasti kemunculan kanker tiroid. Namun ada beberapa kondisi di mana kanker ini bisa dicegah.

Pertama, hindari tempat tinggal dekat dengan pembangkit listrik tenaga nuklir, atau tempat penuh zat radioaktif.


Jika tidak bisa, sebaiknya Anda menghubungi dokter untuk mencoba konsumsi pil yodium.


Kanker tiroid meduler biasanya difaktori oleh genetik atau keturunan. Jika ada seseorang di keluarga Anda memiliki riwayat kanker tiroid jenis ini, segera konsultasikan ke dokter untuk langkah-langkah pencegahan.


Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga bisa membantu Anda terhindar dari penyakit ini.
Jika ditemukan lebih awal, penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat tanpa risiko menjadi parah.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *