Connect with us

Kesehatan

Kenali 4 Mitos Dan Fakta Bedong Bayi

Published

on

Share

Reportersatu, Bedong sebenarnya memiliki beberapa tujuansalah satunya agar bayi merasa hangat dan nyaman.

Selain itu, bedong juga disebut-sebut bertujuan untuk membuat kaki anak jadi lurus.


Namun dalam perkembangannya, membedong bayi juga disebut memberi efek buruk untuk bayi.

Bedong dianggap bisa menghambat pertumbuhan anak sehingga tidak disarankan.


Dokter Spesialis Anak Meirdhania Andina mengatakan, ada banyak manfaat bedong pada bayi.


“Sebenarnya bedong bayi sejak lahir boleh. Tapi ada rekomendasi American of Pediatric sebaiknya

sampai usia 2 bulan, karena cenderung saat lebih dari 2 bulan itu dia lebih cerdas dan lebih aktif,” kata Andina.

  1. Mitos: Bedong bikin bayi susah tumbuh
    Andina mengatakan, bedong tidak menghambat pertumbuhan bayi. Faktanya, pertumbuhan tinggi tubuh dan berat badan dipengaruhi oleh asupan nutrisi si bayi. Sementara membedong bayi tidak akan mempengaruhi pertumbuhannya.
  2. Mitos: Bedong agar kaki bayi lurus
    “Membedong bayi tidak membuat kaki bayi menjadi lurus, memang secara fisiologis bayi sepertifrog leg, dia agak melengkung, dan akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Andina.
    Kondisi tersebut normal terjadi pada bayi, dan akan tumbuh dengan sendirinya pada masa tumbuh kembang bayi.
    Anda tidak perlu menarik atau meluruskan kaki bayi pada saat akan membedongnya. Biarkan kaki bayi Anda apa adanya.
    Meluruskan kaki bayi saat membedongnya justru bisa berisiko cedera dan mengalami displasia panggul (DDH) atau dislokasi.
    Kondisi ini terjadi di mana sendi pinggul tidak terbentuk dengan benar pada bayi dan anak kecil.
    Cirinya pada bayi adalah salah satu kakinya tidak aktif bergerak, kaki panjang sebelah, atau pincang saat mencoba berjalan.
  3. Fakta: Bedong membuat bayi nyaman
    Andina mengatakan, bedong bisa membuat bayi nyaman seperti dalam dekapan ibu. Itulah mengapa membedong bayi sebaiknya dilakukan saat bayi sedang terlelap.
    bedong pada bayi juga bisa mengatasi moro reflex pada bayi. Refleks Moro atau refleks kejut mengacu pada respon motorik tak sadar yang berkembang pada bayi baru lahir.
    Bayi bisa merasa sedang jatuh ditandai dengan kakinya yang tiba-tiba bergerak, atau tiba-tiba merentangkan tangannya. Bedong bisa mencegah gerakan tak sadar ini sehingga bayi bisa tetap terlelap.
  4. Fakta: Bedong saat tidur membuat bayi tidur lebih lama
    Membedong bayi Anda ketika sedang tidur bisa membuat bayi terlelap lebih lama. Hal ini dikarenakan bayi akan merasa nyaman seperti berada di dalam rahim.
    membedong bayi juga bisa membuatnya lebih jarang menangis karena merasa nyaman. Bayi juga akan merasakan sensasi seperti sedang “dipegang” ketika dibedong, ini akan membantu menenangkannya ketika terbangun di malam hari.
    Namun pastikan melepas bedong bayi saat dia bangun. Menurut Andani, bayi dalam kondisi sadarnya selalu ingin meraba sesuatu.
    Sebaiknya Anda biarkan bayi Anda mengeksplorasi lingkungannya sekaligus melatih gerak motoriknya.
    Anda juga sebaiknya melepas bedongnya saat sedang memberikan ASI eksklusif. Biarkan lengan si kecil meraba kulit sang ibu sekaligus mengenalkan tubuh ibunya.
    “Saat dia bangun tidur, lepaskan bedongnya, agar bayi bisa mengeksplorasi dan meraba banyak hal, biar dia berkembang dan jangan dikekang,” kata Andani.
    Selain itu, perhatikan keadaan sekitar bayi Anda agar tak ada benda tajam atau benda berbahaya lainnya yang berbahaya bila tersentuh si kecil.

Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *