Connect with us

Kesehatan

Kenali 3 Manfaat Menurunkan Berat Badan bagi Orang dengan Obesitas

Published

on

Share

Reportersatu, Obesitas secara sederhana dimaknai sebagai penumpukan lemak berlebihan dalam tubuh.
Kondisi ini, selain dapat mengganggu penampilan, juga berpotensi menimbulkan lebih banyak penyakit di masa mendatang.


Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 4 juta orang meninggal dunia akibat obesitas pada 2017.
Prevalensi obesitas pada anak berusia 5-19 tahun juga terus meningkat setiap tahunnya, tak terkecuali pada dewasa.


Jika terus dibiarkan, obesitas bisa jadi jalan pada penyakit diabetes tipe 2, hipertensi, hingga berisiko menimbulkan penyakit jantung. Itu sebabnya, obesitas mesti segera ditangani sesegera mungkin.

Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Dokter Ketut Suastika mengatakan, ada banyak manfaat yang bisa didapat jika orang dengan obesitas menurunkan berat badannya 5-10 persen dari berat awal.


Penurunan berat badan pada orang dengan obesitas bisa menurunkan hingga 30 persen lemak dalam perut yang memicu penyakit.

“Kalau kita bisa menurunkan berat badan 5-10 persen saja dari berat badan awal, maka sesungguhnya kita bisa memperbaiki keseluruhan gangguan metabolik yang mungkin terjadi,” ujar Ketut.

loading...


Ia juga membagi dua jenis obesitas sentral (terpusat) yang biasanya didapati. Pertama, pada laki-laki ialah obesitas perut di mana lemak di dalam perut lebih banyak.

Kondisi ini dikenal apple type yang biasanya memiliki ciri perut buncit, sementara bokong dan kaki tampak kecil.


Pada perempuan, biasanya terjadi penumpukan lemak pada panggul sehingga tubuh membentuk seperti buah pir (pear type).


Pada kondisi ini lingkar perut kecil, namun bagian panggul dan pantat besar. Namun, jaringan lemak perut lebih sedikit dan lemak bertumpuk di bawah kulit.


“Pada tipe pir, ini sebetulnya lebih menguntungkan dari segi metabolik, karena lemak perutnya rendah, tekanan darahnya membaik, sensitivitas insulinnya juga membaik,” kata Ketut.

Karena banyak penyakit yang mengintai pada orang dengan obesitas, Ketut menganjurkan agar orang dengan obesitas bisa menurunkan berat badannya. Berikut manfaat menurunkan berat badan pada orang obesitas.

  1. Mencegah hipertensi
    Ketut menjelaskan, orang dengan obesitas berisiko tinggi menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
    Lemak berlebih pada tubuh orang obesitas akan menghasilkan hormon sitokin dan merusak sel endotel.
    Sementara sel endotel yang rusak menjadi proses awal terjadinya berbagai penyakit, terutama hipertensi.
    Penurunan berat badan bisa mengurangi risiko pembentukan hormon sitokinin dalam tubuh sehingga mengurangi risiko terserang hipertensi.
    “Pertama kita lihat, orang obesitas yang berat badannya turun 5-10 persen dari berat badan awal, lemaknya berkurang, pembentukan hormon sitokinin turun dan ini bisa mencegah penyakit hipertensi,” kata Ketut.
  2. Menurunkan risiko diabetes
    Asam lemak yang tinggi pada tubuh orang obesitas dapat mempengaruhi kerja insulin. Insulin yang tidak bekerja dengan baik dapat membuat kandungan gula dalam darah tinggi dan mengakibatkan diabetes.
    Orang dengan obesitas yang berhasil menurunkan berat badannya hingga 5-10 persen dan menjaga berat badannya dengan diet rendah kalori bisa menurunkan risiko diabetes hingga 17 persen.
  3. Menurunkan risiko komplikasi
    Seperti diketahui, orang dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi berpenyakit seperti diabetes, hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung.
    Menurunkan berat badan pada orang diabetes bisa mencegah penyakit-penyakit yang tidak diinginkan tersebut.
    “Secara keseluruhan, komponen penyakit pada orang obesitas ini disebut sindrom metabolik, ada prediabetes, ada kolesterol tinggi, dan seluruh komponen ini bisa menyebabkan komplikasi dan penyakit jantung, meskipun dia tidak menderita diabetesnya,” jelas Ketut.
    Menurut WHO, menurunkan berat badan pada penderita obesitas bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi lemak dan gula, meningkatkan porsi asupan buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Aktivitas fisik secara teratur juga dilakukan agar kalori terbakar habis dan tidak menumpuk menjadi lemak.
    Ketut juga mengatakan, perawatan orang obesitas sejatinya bisa dilakukan tanpa intervensi medis seperti obat-obatan, cukup dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.
    “Sebenarnya sebagian besar dari orang obesitas tidak perlu obat-obatan, tapi perlu memodifikasi gaya hidup agar lebih sehat, makan makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan kalori, dan melakukan aktivitas fisik yang memadai,” tuturnya.

Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *