Connect with us

Nasional

Kementerian Komunikasi Sudah Merilis Konten Hoax Terkait Virus Corona

Published

on

Kementerian Komunikasi Sudah Merilis Konten Hoax Terkait Virus Corona
Share

Reportersatu, Persoalan wabah virus corona, ternyata tak hanya persoalan medis. Inilah enam hoax seputar virus corona dalam sepekan ini.

Dalam sepekan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika, sudah merilis konten-konten hoax yang terkait dengan virus corona. Konten hoax ini dinilai lebih berbahaya, karena membawa kepanikan warga dan melakukan tindakan irasional, seperti panic buying yang sempat muncul.

Data Kominfo mencatat dalam satu minggu ini ada isu hoax yang muncul dan terekam oleh Kominfo karena mendapat respon publik yang tinggi.

Baca Juga : Jokowi: Indonesia Tengah Mengalami Cobaan

Pertama, adalah berita dua orang RSUD Tangerang yang diisolasi satu orang meninggal karena virus corona. Padahal, Direktur RSUD Tangerang Naniek Isnaeni memastikan postingan itu tidak benar atau hoax, karena tidak ada satu pun pasien corona virus di RSUD Tangerang.

loading...

Kedua, hoax juga menyambar pesohor dr. Tompi yang beritakan memborong 20 ribu box masker. Berita bohong ini sempat menyebar di grup-grup WhatsApp. Nyata, hanya berita bohong dan Tompi lewat akun instagramnya membantah kabar angin itu.

Ketiga, adalah informasi yang menyebutkan bahwa tissue basah dapat menggantikan masker yang langka dipasaran. Isu ini dibantah oleh dr. Busroni, Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi Kemenkes yang menyebut penggunaan tissue basah sebagai masker adalah keliru.

Viral seorang Bapak di BSD Tangerang memborong mie instan berkeranjang-keranjang dan setelah ditelusuri kemudian muncul bantahan dari anaknya yang ternyata mereka punya usaha toko kelontong yang rutin belanja untuk warungnya.

Belum lagi, kabar yang menyebutkan Masjidil Haram kosong melompong karena wabah corona, padahal temuan wartawan Channel9,id yang sedang umroh juga menyebut Masjidil Haram tetap ramai.

Ada juga informasi yang menyebutkan bahwa virus corona akan mati karena panas matahari. Namun, belum ada penelitian yang akurat yang menjelaskan informasi ini, seperti dikatakan Prof. Herawati Sudoyo Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Lewat akun Facebook sempat beredar informasi bahwa virus corona sudah masuk ke Alas Sumbawa, faktanya kabar palsu dan sudah dibantah oleh Sekretaris Daerah Sumbawa Drs. Hasan Bisri MM.

Baca Juga : Polri Gelar Patroli Siber Pantau Berita Hoaks Soal Virus Corona

Soal kabar bohong atau hoax ini memang tidak hanya melanda Indonesia, di Singapura dalam satu bulan ada sekitar 16 berita hoax yang sudah bikin gempar negara kota itu dan sempat menimbulkan kepanikan.

Karenanya, jangan main sebar-sebar berita palsu yang membuat masyarakat panik. Ingat seorang pemuda sarjana IT yang ditangkap polisi di Bandara Soekarno Hatta awal pekan lalu, dan seorang Ibu ditangkap di Ketapang, Kalimantan Barat yang juga ditangkap polisi karena membuat kabar palsu.

Jadi, tetap fokus jaga kesehatan, rajin cuci tangan dan jangan lupa jaga terus pikiran, jangan mau diracuni hoax apalagi, ikut menyebarkannya. Ingat patroli cyber Polri terus bekerja, jangan sampai sakit apalagi masuk penjara.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *