Connect with us

Nasional

Kemenparekraf Gelontorkan Dana Rp 60 M Demi Pulihkan Pariwisata di Indonesia

Published

on

Share

Reportersatu, Demi memulihkan sektor Pariwisata di Indonesia yang menjadi salah satu sektor yang terdampak berat selama pandemi Covid-19. Pemerintah melakukan berbagai terobosan, salah satunya melalui program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP).

Tahun ini Pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp 60 miliar, termasuk juga perencanaan pemberian Dana Hibah Pariwisata jilid II, sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta Perluas Vaksinasi Covid-19 Untuk Usia 18 Tahun ke Atas

loading...

Terkait program hibah pariwisata yang juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi  Nasional (PEN), Pemerintah sudah menyalurkan dana mencapai Rp3,3T sepanjang tahun lalu, yang telah terserap 70% untuk hotel dan restoran. Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan berbagai program stimulus dalam rangka PEN yang sudah berjalan, seperti misalnya subsidi bunga, restrukturisasi kredit dan KUR Pariwisata.

“Ada keyakinan pertumbuhan di sektor pariwisata akan bisa kita capai. Sebagai contoh, secara aktual perekonomian di Yogyakarta sekarang tumbuh di angka 6 persen dan diikuti oleh pertumbuhan angka keterisian hotelnya juga. Dengan situasi sekarang ini sebenarnya masyarakat rindu untuk berwisata tetapi tetap dengan menjaga protokol kesehatan,” ujar Henky Manurung, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf dalam Dialog yang dilaksanakan KPCPEN dan FMB9.

Henky menambahkan, selain stimulus, pihaknya juga tengah mendorong agar penerapan standar Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) dilakukan oleh seluruh pelaku usaha yang terkait pariwisata, termasuk operator hotel.

Pada kesempatan yang sama, praktisi kesehatan dr. Ratih C. Sari mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan standarisasi CHSE oleh berbagai pihak yang terlibat dalam industri.

Dia menilai, pelaksanaan protokol kesehatan ketat di berbagai fasilitas umum seperti bandara, stasiun kereta, penginapan, pusat perbelanjaan maupun pusat wisata, merupakan upaya gotong royong yang dapat membantu pemulihan perkenomian nasional.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *