Connect with us

Nasional

Kemenkes Ungkap Meski Cepat Menular Virus B117 Tidak Mengakibatkan Kondisi Buruk Pada Pasien

Published

on

Share

Reportersatu, Varian baru virus Corona B117 mulai ditemukan di Indonesia pada Senin, 1 Maret 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui bahwa beberapa studi menyatakan mutasi virus SARS-CoV-2 varian B117 memiliki kemampuan penularan yang tinggi. Meski demikian, varian virus asal Inggris itu diklaim tidak mengakibatkan kondisi buruk pada pasien.

“Orang yang terinfeksi varian ini tentunya dapat menularkan katanya dalam jumlah yang besar. Tapi kecepatan penularan mutasi ini tidak menyebabkan kondisi pasien menjadi berat,” kata Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi dalam acara ‘Sehat Wicara’ yang disiarkan secara daring, Jumat (5/3).

Oscar berharap besar bahwa mutasi virus SARS-CoV-2 varian B117 ini tidak mempengaruhi efektivitas kerja vaksin yang ada saat ini.

loading...

“Saya harap sampai saat ini memang belum ada pengaruh efektivitas kerjanya vaksin terhadap virus ini. Hal-hal kekhawatiran yang berlebihan membuat resah kita semua,” jelasnya.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Minta Pemda Tutup izin Usaha Tempat Hiburan Malam Yang Edarkan Narkoba

Lebih lanjut, Oscar juga menjelaskan pemerintah akan terus berupaya dalam mengembangkan penelitian dan riset serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional dengan metode Whole Genome Sequence (WGS).

“Kami tentunya terus berupaya mengembangkan penelitian, riset, bersama-sama dengan badan Litbangkes, riset nasional, dan juga berkomunikasi dengan badan-badan kesehatan dunia sesama negara ASEAN,” pungkas Oscar.

Senada, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Gunadi menyebut riset pada bulan Desember 2020 menyatakan tak ada kaitan antara varian virus asal Inggris ini dengan derajat keparahan pasien Covid-19.

“Riset terbaru menunjukkan bahwa varian ini meningkatkan risiko derajat berat pasien. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi,” kata dia, dalam keterangannya, Kamis (4/3).

Ia pun menepis isu yang menyebut bahwa varian baru tersebut kebal dari vaksin. Berdasarkan data riset, kata dia, varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin.

“Data riset menunjukkan bahwa varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin yang sudah beredar, Pfizer, Moderna, AstraZeneca, maupun Sinovac,” urainya.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan tren kasus positif bisa saja mengalami lonjakan akibat peningkatan pasca-temuan varian baru Corona B117 di Indonesia.

Pandu juga menilai, penurunan kasus positif selama beberapa hari terakhir bisa jadi disebabkan oleh angka testing yang menurun.

“Kita lihat dulu testing-nya meningkat enggak? Kalau testing-nya menurun ya enggak bisa dibantah kasusnya menurun karena testing yang juga turun,” kata Pandu, Jumat (5/3).

“Salah satu yang kita khawatirkan adalah virus yang sudah bermutasi dan yang baru diidentifikasi jenis virus B117. Semua ahli virus sepakat B117 ini lebih meningkatkan penularan,” sambungnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *