Connect with us

Nasional

Kemendikbud Akan Beri Sanksi Tegas Sekolah Yang Paksa Siswi Nonmuslim Berjilbab

Published

on

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka 169
Share

Reportersatu, Kemendikbud mengomentari kasus seorang siswi beragama Kristen yang dipaksa memakai jilbab oleh pihak sekolah SMKN 2 Padang, Sumatera Barat. Kemendikbud akan memberikan sanksi tegas kepada sekolah tersebut.

“Kemendikbud menyatakan bahwa harus ada sanksi tegas,” demikian pers rilis Kemendikbud, Sabtu (23/1).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, tidak ada kewajiban model pakaian kekhususan agama tertentu menjadi pakaian seragam sekolah.

Sekolah juga tidak boleh melarang jika peserta mengenakan seragam sekolah dengan model pakaian kekhususan agama tertentu berdasarkan kehendak orang tua, wali, dan peserta didik yang bersangkutan

“Dinas Pendidikan harus memastikan Kepala sekolah, guru, pendidik, dan tenaga pendidikan untuk mematuhi Permendikbud Nomor 45 tahun 2014,” kata Wikan.

Wikan juga berharap tindakan intoleransi semacam itu tidak lagi terjadi di dunia pendidikan. 

“Harapannya tidak akan terjadi lagi praktik pelanggaran aturan terkait pakaian seragam yang menyangkut agama dan kepercayaan seseorang di satuan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Sumbar Adib Alfikri mengaku sudah menerjunkan tim ke SMKN 2 Padang untuk melakukan investigasi terkait kasus ini.

“Kalau ada aturan, praktik, tindakan di luar ketentuan, saya akan mengambil sikap tegas. Kami sudah menurunkan tim ke sekolah. Tim sedang bekerja mengambil data dan informasi. Nasib kepala sekolah (SMKN 2 Padang) bergantung dari hasil investigasi,” ucap Adib.

Adib mengatakan pihaknya akan memeriksa SMA/SMK seluruh Sumbar untuk melihat ada atau tidak aturan berseragam keagamaan seperti itu.

Ia juga berjanji akan meminta pihak sekolah merevisi aturan jika ditemukan ada sekolah yang menerapkan pasal-pasal serupa.

Kasus bermula saat Elianu Hia mengunggah rekaman pertemuan dirinya dengan pihak sekolah, setelah putrinya Jeni Cahyani Hia menolak memakai jilbab.

Setelah kabar ini meluas, Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi, langsung meminta maaf. Rusmadi menegaskan bahwa mereka tidak mewajibkan siswi nonmuslim memakai jilbab, namun hanya mengimbau saja.


Share
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *