Connect with us

Internasional

Kembali Memanas, Israel Dituduh Dalang Dari Deretan Sabotase Situs Nuklir Iran

Published

on

Share

Reportersatu, Kian memanas, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuding Israel sebagai dalang gangguan jaringan listrik di situs pengayaan uraniumnya, Natanz. Oleh karenanya, Zarif bersumpah akan membalas tindakan Israel tersebut walau belum terbukti. Di sisi lain, Zarif menegaskan kembali bahwa insiden di Natanz tidak akan menghentikan negosiasi Iran terkait perjanjian nuklir JCPOA.

Sebelumnya, Jaringan listrik di fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Iran itu padam total pada Minggu (11/4), diduga akibat serangan siber. Lokasinya berada di selatan Ibu Kota Teheran.

Namun insiden ini bukan yang pertama terjadi pada situs nuklir Iran dan juga situs nuklir Natanz. Dari serangkaian kejadian itu, tidak ada satupun yang diakui Israel.

loading...

Baca Juga : Menlu AS Antony Blinken Ucapkan Selamat Ramadan Bagi Umat Muslim Dunia

Situs nuklir Natanz, yang merupakan fasilitas nuklir utama Iran, juga pernah menjadi target sabotase pihak asing. Pada Juli 2020, terjadi dua ledakan besar pada situs nuklir yang terletak di Provinsi Isfahan tersebut. Badan Energi Atom Iran mengatakan kedua ledakan itu disebut ulah serangan siber Israel.

Ledakan-ledakan itu mengakibatkan sebagian situs Natanz terbakar. Sejumlah foto satelit memperlihatkan bangunan yang berada di atas tengah hangus dan rusak. Atap pada bangunan pun hancur karena ledakan.

Natanz disebut-sebut merupakan pabrik produksi sentrifus dan berada 7,6 meter di bawah tanah. Lokasi tepatnya berada sekitar 250 kilometer bagian selatan Teheran.

Wilayah ini merupakan lokasi gudang persenjataan Iran. Menurut para analisis pertahanan, lokasi ini punya fasilitas terowongan bawah tanah. Foto satelit menunjukkan ratusan meter semak belukar hangus terbakar.

Sehari setelah insiden terjadi di Natanz, sebuah jet tempur F-35 milik Israel mengebom kompleks produksi rudal di wilayah Parchin, Iran. Pesawat diduga berangkat dari Israel selatan.

Situs nuklir Natanz juga pernah menjadi target serangan siber Israel pada 2010. Saat itu, The Institute for Science and International Security menemukan worm komputer Stuxnet yang menyebabkan kerusakan parah pada situs nuklir Natanz.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *