Connect with us

Internasional

Kembali Berseteru, Azerbaijan Tangkap 6 Tentara Armenia

Published

on

Share

Reportersatu, Azerbaijan dan Armenia hingga saat ini masih berseteru soal perbatasan di daerah Nagorno-Karabakh semenjak perang mereka di tahun lalu. Menurut keterangan dari menteri pertahanan dari kedua negara pada Jumat (28/5/21) Azerbaijan telah berhasil menangkap enam prajurit Armenia.

Kementerian pertahanan Azerbaijan pada hari Kamis menuduh tentara-tentara Armenia karena mencoba masuk ke daerahnya di daerah Kelbajar.

Dikatakan bahwa tentara Armenia mencoba mengambil alih rute suplai yang ke arah posisi pasukan Azerbaijan. Mereka berhasil dikepung dan kemudian ditahan.

Baca Juga : AS Desak Ethiopia Buka Akses Bantuan Kemanusian ke Tigray

loading...

Kementerian pertahanan Armenia mengatakan kalau tentaranya saat itu hanya sedang melakukan pekerjaan mesin di daerah perbatasan.

“Langkah-langkah penting sudah ditempuh untuk membebaskan tentara kami,” tutur kementerian pertahanan Armenia.

Dalam komentar terpisah, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan meminta pengamat internasional dari Rusia dan negara lainnya untuk dikerahkan di daerah perbatasan Armenia dan Azerbaijan. Ia mengatakan situasi disana semakin tegang.

“Saya sudah meminta ke komunitas internasional dan proposal saya juga sudah dikirimkan ke pemimpin tertinggi Azerbaijan,” tulis agensi berita Rusia yang mengutip Pashinyan.

“Mari kita semua sepakati untuk kedua pihak militer untuk menjauh dari daerah perbatasan dan kembali ke markasnya masing-masing, dan menempatkan pengamat internasional dari Rusia atau negara lain di OSCE Minsk Group,” tuturnya.

Amerika Serikat juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tensi tinggi di perbatasan Azerbaijan-Armenia dan sudah meminta Azerbaijan untuk membebaskan enam prajurit tersebut.

“Kami meminta kedua belah pihak untuk segera menyelesaikan permasalahan ini dengan damai,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price pada pernyataannya.

“Kami juga terus meminta kepada Azerbaijan untuk segera membebaskan seluruh tawanan perang dan tawananan lainnya, dan kami juga terus mengingatkan Azerbaijan untuk mematuhi hukum HAM internasional agar memperlakukan seluruh tawanan dengan baik,” ujarnya.

Pada awal bulan Mei, Armenia menuduh Azerbaijan yang mengirim pasukannya ke daerah perbatasan. Konflik itu menunjukkan orang-orang Baku memukul mundur pasukan Armenia dari daerah yang sudah mereka kuasai dari tahun 1990 di dalam dan di sekitar daerah Nagorno-Karabakh.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *