Connect with us

Nasional

Kedudukan Seorang Wanita Sebagai Kepala Rumah Tangga

Published

on

Share

Reportersatu, Banyak kaum hawa yang kini memilih jadi wanita karir. Tidak sedikit yang memadukannya dengan menjadi ibu rumah tangga. Bagaimana menyeimbangkannya?

Banyak anggapan, sudah bukan masanya dimana wanita hanya boleh berdiam diri dalam rumah, mengurus anak dan kebutuhan rumah tangga. Gender bukanlah lagi hal yang penting untuk membedakan hak pria maupun wanita dalam memilih masa depan.

Siapapun punya peluang untuk mengejar cita-citanya, termasuk para wanita. Tidak sekadar bergelut dengan urusan rumah tangga, wanita juga bisa mendapatkan penghasilan dari usahanya sendiri.

Ada sebuah survei dari perusahaan consulting  Accenture pada 2014 yang menunjukkan bahwa wanita saat ini lebih memilih berkarir dibanding hanya menjadi ibu rumah tangga. Bahkan, survei dari perusahaan konsultan manajemen, layanan teknologi serta outsourcing yang dilakukan pada 32 negara tersebut secara spesifik menunjukkan, wanita Indonesia lebih memilih bekerja dibandingkan tinggal di rumah.

Bagi kita yang hidup di kota  besar seperti Jakarta, tentu hasil survei dan kenyataan tersebut bisa biasa saja. Bisa dilihat dari pengguna kendaraan umum seperti Commuter Line atau Transjakarta di hari kerja, jumlah penumpang wanita cenderung lebih dominan ketimbang pria. Kebanyakan dari para wanita tersebut menumpang kendaraan umum untuk pergi ke tempat kerja.

loading...

Meski faktanya demikian, perdebatan akan wanita yang bekerja seperti tidak ada habisnya. Ditambah lagi, banyak pihak yang kerap membandingkan profesi wanita yang bekerja dan ibu rumah tangga. Memilih untuk berkarir dianggap menelantarkan keluarga, memilih jadi ibu rumah tangga dianggap menyia-nyiakan gelar. Serba salah, bukan?

Padahal nyatanya, tak ada yang salah dengan dua pilihan tersebut. Selama keduanya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, baik urusan karier ataupun keluarga bisa berjalan seimbang. Apalagi menurut hasil riset yang sama, wanita kini bisa menyeimbangkan kehidupan keluarga dan karir mereka.

Karena itu jangan takut untuk memilih karena anggapan orang yang berbeda. Justru banyak sekali keuntungan yang bisa didapat, baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga dan lingkungan.

Dengan bekerja kantoran, kita tak perlu pusing memikirkan pemasukan karena mendapatkan penghasilan yang pasti dan stabil setiap bulannya.  Bagi yang sudah berkeluarga, pilihan menjadi wanita karier menjadi solusi untuk mengamankan keuangan keluarga. Ketika kondisi finansial pasangan sedang tidak baik, kita masih punya cadangan untukkebutuhan sehari-hari.

Selain penghasilan yang pasti, dengan bekerja di perusahaan berarti kita juga mendapatkan jaminan dan fasilitas seperti perjalanan dinas, biaya rumah sakit, kendaraan, sampai dana pesangon atau pensiun. Beragam fasilitas tersebut tidak hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri, tapi juga oleh keluarga.

Tanggung jawab menjadi wanita tak kalah banyak dengan pria, apalagi ketika sudah menjadi seorang ibu. Dengan menyeimbangkan aktivitasnya melalui bekerja, seorang wanita tentu sudah terbiasa mengerjakan lebih dari satu tugas dalam satu waktu. Tuntutan untuk kerja serba cepat juga akan memudahkan wanita yang berkarir ketika mengangani urusan rumah tangga sambil bekerja nantinya.

Kerap dituntut menghasilkan pekerjaan terbaik, wanita karier bersikap perfeksionis dalam segala hal mulai dari pekerjaan, rumah tangga, hingga mengurus anak. Dan berkat terbiasa membagi waktu sejak muda, seorang wanita yang berkarir bisa membuat prioritas untuk keluarga dan anak meski bekerja di luar rumah.

Ibu rumah tangga yang bekerja lebih sedikit yang alami depresi. Dengan melakukan survei pada 1000 responden, dihasilkan bahwa 28% kasus depresi dialami para ibu rumah tangga, sedangkan ibu rumah tangga yang juga berkarir atau bekerja hanya sekitar 17%. “Pekerjaan bisa jadi sumber kebahagiaan bagi para ibu,” ungkap Elizabeth Mendes, editor Gallup.com dalam survei tersebut.

Memilih salah satu profesi sebagai wanita karir atau ibu rumah tangga tentu akan membuat hidup lebih mudah. Namun ketika harus menjalani keduanya, banyak tanggung jawab yang harus dihadapi. Oleh karena itu, butuh persiapan fisik dan mental untuk menghadapinya. Supaya bisa melakukan peran ganda ini, berikut yang harus dilakukan.

Dengan menjalani keduanya, berkarir sekaligus ibu rumah tangga, kita harus bisa mengatur waktu dengan baik. Sebanyak apapun pekerjaan kantor, kita tidak boleh lupa untuk  meluangkan waktu. Misalnya dengan mengosongkan akhir pekan untuk berjalan-jalan, atau sekadar membuat sarapan dan makan malam keluarga.

Diperlukan stamina yang kuat untuk bisa menjalani dua peran sekaligus. Jangan lupa untuk istirahat yang cukup, dan makan serta olahraga yang teratur.

Menjaga emosi juga tak kalah penting. Beban yang banyak kerap membuat seseorang cenderung lebih sensitif. Jangan sampai kita melampiaskan kekesalan karena pekerjaan di kantor kepada anak, dan bahkan sebaliknya.

Sesibuk apapun kita mengurus pekerjaan maupun keluarga, jangan lupa untuk mengurus diri sendiri. Tenangkan diri sejenak dengan melakukan aktivitas menenangkan seperti pergi ke salon.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *