Connect with us

Internasional

Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Prancis Kembali Berlakukan Lockdown

Published

on

Share

Reportersatu, Presiden Prancis Emmanuel Macron diketahui berencana memberlakukan pembatasan nasional. Hal itu, dilakukan setelah Prancis mengalami peningkatan penghuni kamar inap karena covid-19.

Menurut pejabat pemerintah, opsi yang kini dipertimbangkan adalah menutup semua sekolah di Prancis dan melarang perjalanan dalam negeri. Langkah itu, akan diperdalam di sebuah debat parlemen Kamis besok dalam pembahasan menyoal situasi pandemi.

Baca Juga : Tentara Rusia Gelar Latihan Perang di Kutub Utara

“Kami akan kehilangan kendali jika tidak bergerak sekarang,” ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron saat mengumumkan kebijakan itu seperti dilansir dari Reuters, Kamis (1/4/21).

Macron mengungkapkan lockdown akan berlangsung selama sebulan. Sebagai bagian dari kebijakan itu, sekolah akan ditutup selama tiga minggu mulai Senin (6/4). Pada pekan pertama, aktivitas belajar dilakukan secara daring. Lalu, dua pekan setelahnya sekolah diliburkan.

Setelah itu, siswa taman-kanak-kanak dan sekolah dasar bisa kembali belajar di sekolah. Sementara, siswa sekolah menengah pertama dan atas melanjutkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan.

“Ini adalah solusi terbaik untuk memperlambat virus,” ujarnya.

Saat ini, Prancis tengah menghadapi gelombang ketiga pandemi. Rata-rata kasus covid-19 Prancis mencapai 40 ribu kasus per hari, atau melonjak dua kali lipat dibandingkan Februari lalu. Sebanyak 5 ribu pasien dirawat intensif.

Menurut Macron, Prancis perlu mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Pasalnya, vaksinasi masih berjalan lambat di mana baru 12 persen populasi yang menerima suntikan setelah tiga bulan berjalan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *