Connect with us

Internasional

Kapal Kargo Pasukan Iran di Serang di Laut Merah

Published

on

Share

Reportersatu, Satu kapal kargo milik Garda Revolusi Iran (IRGC) diserang di Laut Merah di lepas pantai Eritrea. Sumber Al Arabiya melaporkan kejadian itu pada Selasa (6/4) waktu setempat.

Pengakuan dari televisi nasional Iran, yang juga mengutip media luar, menandakan komentar pertama dari Iran tentang kejadian misterius yang melibatkan MV Saviz di hari Selasa. Serangan ini diduga dilancarkan oleh Israel.

Serangan ini terjadi ketika Iran dan negara-negara adidaya sedang mengadakan diskusi pertamanya di Vienna tentang Amerika yang berpotensi kembali lagi ke perjanjian nuklir 2015.

Baca Juga : Setelah Jalani Masa Transisi, Uzbekistan Akan Beralih ke Aksara Latin Pada 2023

loading...

Keberadaan kapal laut yang sudah lama di daerah itu berulang kali mendapatkan kritik dari Arab Saudi. Negara-negara Barat dan para ahli dari PBB mengatakan bahwa Iran memberikan suplai senjata dan dukungannya kepada kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Iran menepis tuduhan ini, walaupun komponen yang di temukan pada persenjataan pemberontak terhubung kembali ke  Iran.

Sebelumnya Iran mengatakan MV Saviz ada untuk mendukung upaya “anti-perompak” di Laut Merah dan selat Bab el-Mandeb.

Dalam pernyataannya di stasiun TV lokal, seorang pembawa berita mengutip berita dari New York Times yang mengatakan pejabat Amerika tak dikenal melaporkan ke New York Times bahwa Israel memberikan laporan ke AS bahwa mereka sudah menyerang MV Saviz pada hari Selasa (6/4/2021).

Pejabat Israel menolak untuk memberikan komentarnya, begitupun dengan pemilik kapal Saviz.

Agensi berita Tasnim dari Iran, yang dipercaya dekat dengan Revolutionary Guards, melaporkan serangan tersebut pada Selasa (6/4/2021) malam. Dikabarkan bahwa ada peledak yang ditanam di lambung kapal Saviz meledak. Di laporannya, agensi berita Tasnim tidak menyalahkan siapapun atas serangan tersebut dan mengatakan pejabat Iran kemungkinan akan memberikan info lebih lanjut mengenai serangan tersebut beberapa hari kedepan.

Pada pernyataannya, pusat komando militer Amerika Serikat hanya mengatakan bahwa mereka sudah tahu adanya laporan mengenai kapal Saviz di Laut Merah.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa tidak ada satupun pasukan AS yang terlibat pada serangan tersebut,” ujarnya. “Kami tidak mempunyai info lebih lanjut yang dapat kami berikan,” tutupnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *