Connect with us

Nasional

Jokowi: Kebijakan PSBB dan Social Distancing diterapkan Lebih Efektif Lagi

Published

on

Jokowi Kebijakan Psbb Dan Social Distancing Diterapkan Lebih Efektif Lagi
Share

Reportersatu,Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penjajaran fisik (jaga jarak aman) diterapkan lebih sesuai, lebih disiplin, dan lebih efektif agar dapat memutus mata rantai persebaran virus corona (Covid-19).

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pemberlakuan Darurat Sipil yang meminta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat dijalankan secara efektif.

Baca Juga : Indonesia dipilih Menjadi Tuan Rumah Pertumbuhan Ramah Lingkungan 2022

“Namun, penerapan darurat sipil adalah langkah terakhir yang bisa tidak pernah digunakan dalam kasus Covid-19,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Rachman Fadjroel dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Dalam menjalankan sosial berskala besar, pemerintah kata dia, akan mengedepankan mencari persuasif melalui kolaborasi Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Covid-19, Kementerian Perhubungan, Polri / TNI, Pemda dan K / L terkait.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, pemerintah mempertimbangkan dengan teliti sebelum mengambil setiap keputusan dalam penanganan virus corona.

Doni menuturkan, Presiden Jokowi dalam rapat terbatas sebelumnya mengambil keputusan yang diterapkan bersosial besar (PSBB), bukan kuncian atau mengizinkan wilayah.

“Kesimpulan yang tadi diambil oleh Bapak Presiden adalah formatnya yang seharusnya skala sosial besar,” katanya dalam jumpa pers.

Baca Juga : Pemerintah Tegaskan Belum Ada Fasilitas Pencabutan Pengurangan Bea Masuk

Penerapan PSBB dalam implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan UU tentang Darurat Sipil.

“Kemudian, dapat dipastikan bahwa pemerintah dalam hal ini negara tidak mengikuti apa yang telah dilakukan negara yang seharusnya juga tidak efektif dalam mengambil kebijakan dan kesulitan menghasilkan yang baru,” jelas Doni.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *