Connect with us

Internasional

Jepang Berada di Nomor 3 Negara Dengan Kasus Virus Corona

Published

on

Jepang Berada Di Nomor 3 Negara Dengan Kasus Virus Corona
Share

Reportersatu, Jepang mengonfirmasi 159 kasus virus korona atau Covid-19 hingga Selasa (25/2/2020). Korban meninggal mencapai tiga orang, dua di antaranya terkait dengan kapal pesiar Diamond Princess yang sempat bersandar di pelabuhan Yokohama, Jepang.

Angka korban terinfeksi tersebut menempatkan Jepang di urutan ketiga negara dengan kasus virus korona terbanyak di luar China, di bawah Korea Selatan dan Italia.

Jepang juga menghadapi ancaman penyebaran lebih luas dari para penumpang Diamond Princess yang kini dirawat di beberapa rumah sakit. Sebanyak 692 penumpang dan kru Diamond Princess positif terinfeksi sejauh ini.

loading...

Menurut laporan NHK, empat penumpang Diamond Princess meninggal akibat terinfeksi virus korona.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mulai waswas dengan berkembangnya kasus virus mematikan itu dengan meminta warganya untuk bekerja dari rumah atau setidaknya mengurangi jam kerja di kantor.

Menurut Abe, bekerja dari rumah dengan memanfaatkan akses internet dapat mengurangi risiko penularan virus. Pemerintah mencari cara efektif untuk mencegah penyebaran virus.

Menteri Kesehatan Katsunobu Kato sebelumnya menggelar forum diskusi panel terdiri dari para ahli kesehatan bertujuan mencari cara penanggulangan dan pengendalian virus yang efektif.

Hasil diskusi yang disiarkan di laman Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan, penularan yang cepat dapat membebani sistem kesehatan Jepang serta mengganggu stabilitas ekonomi.

“Saat ini kita memasuki fase baru. Itulah mengapa situasi saat ini jadi sangat kritis. Beberapa pekan mendatang penting untuk diwaspadai,” kata presiden Organisasi Komunitas Kesehatan Jepang yang ikut dalam diskusi, Shigeru Omi, dikutip dari Reuters.

Pemerintah juga menunda tujuh pertandingan liga sepak bola J-League pada Rabu. Otoritas sepak bola juga akan membahas penundaan pertandingan hingga 15 Maret 2020.

“J-League ikut bekerja sama secara maksimal untuk mencegah penyebaran (virus) dan langkah-langkah anti-infeksi,” bunyi pernyataan.

Selain Jepang, otoritas sepak bola di China dan Korea Selatan juga menghentikan liga, demikian pula Italia yang menunda sebagian pertandingan atau menggelar secara tertutup tanpa penonton.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *