Connect with us

Kuliner

Jenang Mirah, Oleh-Oleh Khas Kota Reog Yang Melegenda

Published

on

Share

Reportersatu, Berkunjung ke kota Ponorogo belumlah lengkap apabila tidak membawa Jenang Mirah sebagai buah tangan saat pulang. Jenang legendaris yang sudah berdiri sejak 61 tahun ini telah terkenal sebagai pusat oleh-oleh, tidak hanya jenang.

Tercatat di sana terdapat Jenang Mirah, sebagai ikonik pusat oleh-oleh Mirah Ponorogo, lalu terdapat jenang campuran, ketan, wingko, aneka keripik, hingga sale pisang.

Namun barang terlaris di sana tentunya Jenang Mirah, Teksturnya empuk dan tidak lengket sehingga menjadikan dodol khas Ponorogo berbeda dengan lainnya. Citarasa dari Jenang Mirah ini begitu khas, perpaduan antara manis dan gurih yang enak.

Baca Juga : Ragam Kuliner Khas Belanda Yang Unik dan Lezat

loading...

Tetap populer hingga kini, ternyata Jenang Mirah sudah ada sejak tahun 1955. Pembuat Jenang Mirah ini adalah seorang perempuan berusia 75 tahun yang bernama Mbah Mirah, yang fotonya juga terpampang di bagian kemasan. Semua pecinta Jenang Mbah Mirah pasti langsung tahu meski baru melihat kemasannya.

Mbah Mirah ini merintis usaha jenangnya dari sangat bawah. Awalnya ia menjajakan dengan jalan kaki untuk menarik para pelanggan. Dari pasar, rumah ke rumah, desa, bahkan ke stasiun-stasiun. Bahkan, usaha jenang ini sudah berhasil mengangkat perekonomian warga di RT 01/RW 01 di Desa Josari, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Saat ini hampir seluruh keluarga dan tetangganya membuka usaha oleh-oleh lainnya.

Sekarang usaha dari Mbah Mirah ini sudah diturunkan kepada anak dan cucunya. Meskipun sudah diturunkan, resep masih terjaga dengan baik. Bahkan cara pengolahannya masih sangat tradisional dengan memanfaatkan tungku dan juga kayu bakar. Bahan-bahan untuk membuat jenang ini adalah beras ketan, gula jawa, dan juga santan.

Tepung beras ketan, dicampur dengan santan dan gula jawa kemudian diolah di atas tungku sampai warnanya kecoklatan dan menjadi jenang. Eits, tapi ini prosesnya cukup lama bisa memakan waktu berjam-jam untuk bisa matang sepenuhnya. Nah, setelah matang kemudian didinginkan sebentar dan dikemas. Untuk pengemasannya sendiri ada beberapa ukuran, ada yang kecil, sedang, sampai besar. Tinggal pilih mana yang paling diinginkan.

Karena Cita rasa jenang yang sangat khas dan tidak menggunakan bahan pengawet dalam proses pembuatannya membuat nama jenang mirah begitu populer. Bahkan, sampai ke pasar luar negeri.

Hal ini juga tidak terlepas dari kerja keras dari para TKW dan TKI yang membawakan Jenang Mirah ini sebagai oleh-oleh kepada majikannya. Makanan ini ternyata juga dibawa sebagai buah tangan para santri dari Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Ngabar yang kebanyakan berasal dari luar negeri.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *