Connect with us

Nasional

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin Membubarkan Tim P4

Published

on

Webp.net Resizeimage (64)
Share

Reportersatu, , Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan pembubaran Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan (TP4) kepada Pejabat Pemerintahan Daerah karena jaksa masuk dalam kepanitiaan pelelangan. “Saya melihat ada kelemahan di sini karena jaksa dilibatkan, dimasukkan ke dalam sistem yang ada. Misalnya Kejaksaan ikut dalam kepanitiaan pelelangan,” ujarnya, Senin, 24 Februari 2020.

Dia mengatakan apabila Kejaksaan Agung dimasukkan ke dalam TP4 berarti peran Kejaksaan Agung bukan lagi mengawasi pembangunan. Padahal keberadaan Kejaksaan di dalam mengawasi proyek pembangunan itu adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 16 tahun 2004. “Ini sungguh-sungguh bertentangan karena harusnya mereka berdasarkan undang-undang ikut mengawasi, mengawal pembangunan, artinya tidak ikut dalam sistem. Kalau dalam sistem, itu bukan mengawasi,” kata Burhanuddin.

loading...

Dia mencontohkan kasus di Yogyakarta, dimana ada oknum petugas TP4 Kejaksaan yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ikut dalam tender proyek. “Dia menjadi panitia tender, kalau dia masuk dalam sistem artinya dia ikut menentukan siapa pemenang tendernya. Dan yang terjadi adalah kolusi di situ.”

Kolusi yang dilakukan oknum pejabat kejaksaan itu, kata Burhanuddin, bisa dengan cara meminta tolong agar temannya dijadikan pemenang tendernya. Potensi kolusi itu dianggap bermasalah oleh Jaksa Agung. ​​

Potensi masalah lainnya, kata Burhanuddin adalah potensi korupsi yang mungkin tidak sengaja diberikan pemerintah daerah. Potensi penyalahgunaan ini karena kewenangan cukup besar bagi pejabat Kejaksaan di TP4 dalam mengawasi penggunaan seluruh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Sampai pembelian kertas saja, itu diminta diawasi oleh Kejaksaan. Ini kan innalillahi wa innailaihi rojiun. Masa membeli kertas saja harus Jaksa yang mengawasi,” kata dia.

Karena merasa sudah menyeleweng dari tujuan pembentukannya, Jaksa Agung pun mengambil keputusan TP4 ditutup. Namun dia menambahkan TP4 bukan dibubarkan melainkan dikembalikan agar tujuannya semula yaitu pengamanan dan pengawalan proyek strategis bisa dilaksanakan langsung oleh Kejaksaan Agung.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *