Connect with us

Nusantara

ITS Ciptakan Pelabuhan Integrasi Industri Nasional

Published

on

Whatsapp Image 2020 12 04 At 16.53.06
Share

Reportersatu, Tim Mahasiswa ITS rancang pelabuhan terintegrasi berkonsep National. Melihat adanya potensi yang dapat dikembangkan di Kecamatan Jenu dan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, menggugah tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Ini merencanakannya menjadi kawasan National Hubungan Konsep pelabuhan yang terintegrasi dengan sektor unggulan dapat menjadi solusi mengembangkan kawasan yang disebut Texas in East Java ini.

Kemal Arya Widigda, Bellatrix Indah Pratiwi dan Al Lailatul Qodriyah, tiga mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS ini merencanakan konsep pelabuhan terintegrasi yang berwawasan lingkungan untuk menyejahterakan masyarakat lokal di sana.

“Nantinya akan diintegrasikan dengan beberapa sektor unggulan seperti perikanan, pelabuhan, permukiman, dan industri,” jelas Kemal. Jum’at (04/12/2020)

Melalui konsep ini, pelabuhan di sana akan memiliki fungsi sebagai link, interface, dan gateway. Link-nya adalah pelabuhan akan menjadi salah satu mata rantai proses transportasi dari tempat asal barang ke tempat tujuan. Selain itu, pelabuhan akan menjadi interface atau titik temu moda transportasi laut dan darat.

“Dan akan menjadi gateway atau pintu gerbang di mana kapal yang berkunjung harus mematuhi peraturan yang berlaku di daerah tersebut,” paparnya.

Adapun keempat sektor unggulan yang ada dipilih karena dapat menjadi faktor pendukung dalam berkembangnya konsep ini. Sektor industri misalnya, terdapat industri pengolahan berupa pertambangan dan penggalian yang termasuk sektor berkembang di sana.

“Pelabuhan ini nantinya akan dapat menopang dan ikut mengembangkan lagi kegiatan industri nantinya,” ungkap mahasiswa angkatan 2017 ini.

Pelestarian budidaya perikanan tentu tidak luput dari konsep ini. Hal ini karena di pesisir Kecamatan Jenu terdapat kekayaan sumber daya ikan berupa jenis ikan pelagis maupun demersal. Bahkan Kecamatan Jenu dan Tambakboyo pun terkenal dengan komoditas unggulannya berupa ikan lele dan udang windu.

“Dari sinilah kita coba pendekatan menyeluruh yang dikenal dengan pengelolaan pesisir terpadu dalam konsep kita,” tuturnya.

Kemal juga menyebutkan inti dari konsep ini terdapat empat poin. Yaitu optimalisasi konektivitas sektor unggulan dengan pelabuhan, pengembangan sektor unggulan di wilayah studi sehingga memiliki daya saing tinggi, pengembangan pelabuhan dengan konsep berwawasan lingkungan, serta meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat lokal utuk menunjang kawasan tersebut.

Kecamatan Jenu dan Tambakboyo sendiri dianggap cocok dengan konsep ini karena tidak terlepas dari beberapa alasan seperti potensi perikanan tangkap dan pelabuhan sesuai Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) serta adanya potensi lumbung minyak dan gas sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Tinggal bagaimana kesesuaian regulasi tersebut kita kembangkan dengan konsep kita,” imbuh mahasiswa asal Surabaya ini.

Berkat konsep perencanaan ini, Kemal dan timnya pernah berhasil menyabet juara pertama pada Lomba Karya Perencanaan 2020 yang diadakan oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP) Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Seleksi berupa pengumpulan paper dan poster hingga presentasi di babak final telah dilalui di bawah bimbingan langsung dosen PWK ITS, Arwi Yudhi Koswara ST MT dan Putu Gde Ariastita ST MT.

Kemal pun berharap dengan gelar juara yang diraih tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain di Departemen PWK ITS untuk berprestasi melalui karya perencanaannya. Selain itu, ia pun berharap konsep yang sudah disusunnya ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk dapat mengembangkan kawasan tersebut.

“Dan tentunya ikut bangga mengharumkan nama PWK ITS lewat prestasi ini,” tutupnya dengan gembira. (Ana)


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *