Connect with us
DomaiNesia

Seni & Budaya

Harpa, Alat Musik Petik Malaikat Kecil

Published

on

57d35c 20200507 The Harp (1)
Share

Reportersatu, Harpa atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Harp adalah jenis alat musik petik. Seringkali alat musik ini diilustrasikan bersama dengan para malaikat. Bentuknya tinggi, umumnya berwarna emas, dan memiliki senar. Biasanya berbentuk dasar segitiga. Seringkali hadir bersamaan dengan orkestra simfoni, bersamaan dengan suara vokal, suara flute, atau bisa juga dengan jazz bass dan drum.

Alat musik harpa kerap diidentikkan dengan musik klasik, kisah mitologi Yunani, mahal, dan high class. Harpa memang selalu disimbolkan sebagai alat musik dewa-dewi Yunani yang biasanya disandingkan dengan ‘malaikat kecil bersayap’. Jika ada penggemar cerita para Smurf yang menolak menjadi daerah otonom di bawah kendali Julius Cesar, ada satu tokoh pemusik yang selalu membawa-bawa alat musik kecil berdawai yang dikenal sebagai harpa.

Alat musik harpa sebenarnya tidak terlalu asing di kalangan musisi Indonesia karena grup band terkenal “Padi” juga berkolaborasi dengan Maya Hasan, harpist perempuan Indonesia, dalam lagu “Kasih Tak Sampai” di tahun 2001. Salah satu stasiun televisi yang menayangkan acara lomba musik dangdut, juga pernah mengkolaborasikan permainan harpa dengan musik dangdut. Ya, alat musik harpa memang bisa dimainkan secara tunggal maupun dikolaborasikan dengan berbagai jenis genre musik.

Baca Juga : Klarinet, Terompet Kecil Bernada Tinggi

Bentuk dan Bagian-Bagian

Harpa adalah salah satu alat musik petik yang sudah ada sejak lama ± 2500 SM. Bentuk alat musik berdawai ini sangat klasik, menyerupai segitiga sama kaki yang dua garisnya dihubungkan oleh sebuah  lengkungan berdesain elegan, dihias dengan susunan “string” (senar atau dawai) dan elemen logam bewarna emas pada pengait setiap string. Harpa berukuran 60 cm (dua kaki) sampai 180 cm (enam kaki) dari lantai. Jumlah dawainya bervariasi, antara 22 – 47 tergantung ukurannya.

Harpa berukuran kecil bisa dimainkan sambil dipangku atau menggunakan selendang seperti halnya gitar. Suara yang dihasilkan harpa berukuran kecil terdengar lebih lembut. Harpa berukuran besar dimainkan dengan cara diletakkan di atas lantai.

Ada tiga bagian utama pada harpa dengan jenis, ukuran, berat, dan bentuk yang sangat bervariasi, yaitu dawai (string), papan suara (sound board), dan leher (neck). Setiap dawai atau senar pada harpa  menghasilkan satu nada, sama seperti pada piano. Suara melodinya juga mirip dengan piano, tetapi tust pada piano dapat dimainkan secara bersamaan untuk menghasilkan gabungan nada, sedangkan harpa tidak.

Cara Memainkan

Cara memainkan harpa mirip dengan gitar. Alat musik harpa dapat dimainkan dengan tangan, atau dengan bantuan kaki seperti pada “pedal harp”. Ada tujuh pedal pada harpa dengan tiga tingkat per pedal untuk menaikkan dan menurunkan nada. Seorang harpist harus selalu “aware” dengan susunan pedal yang benar selama lagu dimainkan, karena jika terjadi kesalahan bunyinya menjadi sangat tidak enak didengar.

Harpa dapat dimainkan secara solo, atau menjadi bagian dari sebuah ansambel. Alat musik ini seringkali hadir bersama dengan orkestra simfoni, suara vokal, flute, piano, biola, saxophone, jazz bass, drum, dan berbagai jenis alat musuk lainnya.

Terlepas dari berbagai kontroversi tentang “mahalnya” harga sebuah harpa, dan tingkat kesulitan memainkannya, dimana dan bagaimana harpa dimainkan, harpa tetap dapat menciptakan sebuah dentingan dan harmoni nada yang sangat indah. Salah seorang harpist Indonesia, Sisca Guzheng Harp, bersama musisi dan pemerhati seni musik lainnya, saat ini sedang berupaya membuat sebuah gebrakan “Harpa Nusantara”.

Instrumen harpa tubuhnya dipenuhi sentuhan khasanah motif Nusantara seperti motif Toraja, Kawung, dan Mega Mendung. Motif Nusantara tersebut sangat tidak lazim pada tubuh harpa yang notabene merupakan produk dari ranah budaya yang berbeda. Sisca, sang harpist, yang telah menggeluti dua instrumen, yakni guzheng (kecapi China) dan harpa, berpendapat bahwa harpa bisa ‘dibumikan’, diejawantahkan dengan memasukkan unsur-unsur motif lokal.

Wacana ini merupakan produk inkulturasi perpaduan antara Barat dan Timur, sehingga diharapkan ruh Indonesia pada alat musik harpa lebih terasa. Beberapa harpist Indonesia yang cukup dikenal baik di dalam maupun di luar negeri adalah Heydi Awuy, Maya Hasan, Rama Widi, dan Uzi Pieters.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *