Connect with us

Nusantara

Gubernur Khofifah Lantik 17 Kepala Daerah Terpilih Jawa Timur Secara Hybrid Hari Ini

Published

on

Share

Reportersatu, Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri, melalui Dirjen Otonomi Daerah (Otda), dimana sebelumnya rencana pelantikan Kepala Daerah hasil Pilkada 2020  dilaksanakan secara virtual, namun melihat dinamika, Dirjen Otda menginstruksikan dan menyepakati jika format baku yang akan digunakan dalam pelantikan Kepala Daerah  melalui hybrid.

Sebanyak 17 kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur, dilantik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, hari ini, Jumat (26/2/21).

Pelantikan di gelar secara hybrid dengan protokol Kesehatan yang ketat, 17 Bupati/Wali Kota dilantik secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

loading...
di Gedung Negara Grahadi.

Sedangkan, untuk para pimpinan Forkopimda Kabupaten/Kota, akan mengikuti pelantikan secara virtual di daerahnya masing-masing.

Baca Juga : Hari Ini, Gubernur Jawa Barat Lantik Lima Kepala Daerah Terpilih

Semua lokasi di area Grahadi dikondisikan sangat steril, bahkan telah disiapkan tim kesehatan dari RS Jiwa Menur, RSUD Dr. Soetomo, dan RS Paru.

“Kami akan memastikan bahwa pelaksanaan pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Daerah akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Gubernur Khofifah di Gedung Grahadi, Surabaya.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan akomodasi berupa bus bagi kepala daerah yang akan dilantik.

Akomodasi ini nantinya untuk mengantar kepala daerah beserta wakilnya berangkat dari hotel menginap menuju ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada saat hari pelaksanaan.

“Ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan yang masih berlaku. Terlebih, karena pelantikan dilakukan secara hybrid, masing-masing daerah dapat melihat melalui live streaming, termasuk pihak aparatur masing-masing daerah dapat menyaksikan melalui virtual,” terangnya.

Khofifah juga menyampaikan untuk memastikan tertibnya protokol kesehatan pihaknya juga melarang masing-masing kepala dan wakil kepala daerah untuk membawa massa.

Sehingga dalam pelantikan nanti, hanya akan dihadiri oleh kepala dan wakil kepala daerah terpilih beserta dengan pendamping dan 1 orang keluarga. Sedangkan untuk di luar Gedung Negara Grahadi hanya diizinkan untuk 1 orang ajudan kepala daerah dan 1 ajudan wakil kepala daerah.

“Ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan yang masih berlaku. Terlebih, karena pelantikan dilakukan secara hybrid, masing-masing daerah dapat melihat melalui live streaming, termasuk pihak aparatur masing-masing daerah dapat menyaksikan melalui virtual,” terangnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *