Connect with us

Internasional

Gencatan Senjata Israel-Hamas Disambut Gembira Warga Gaza

Published

on

Share

Reportersatu, Gencatan senjata diberlakukan di Jalur Gaza pada Jumat pagi, 21 Mei 2021, setelah Mesir menengahi kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk menghentikan 11 hari konflik. Gencatan senjata ini disambut gembira oleh warga Gaza.

Warga Palestina telah meringkuk dalam ketakutan karena menghadapi serangan Israel selama 11 hari. Setelah pengumuman gencatan senjata, warga Gaza membanjiri jalan-jalan pada Jumat pukul 02.00 untuk menyambut dimulainya gencatan senjata.

Baca Juga : Pantau Pergerakan Warga Selama Pandemi, Moskow Pasang 380 Kamera Pengintai

“Allahuakbar, Alhamdulillah,” teriak mereka.

Mobil memenuhi jalan-jalan utama di Gaza. Para pengemudi beramai-ramai membunyikan klakson. Sebagian besar warga mengibarkan bendera Palestina di jalan-jalan, bahkan dari jendela kediaman mereka. Hal ini mengingatkan pada kegembiraan dalam menyambut gencatan senjata dan pembebasan tahanan di masa lalu.

loading...

Tak hanya itu, sorak sorai menyambut gencatan senjata juga dilontarkan lewat pengeras suara masjid. Mereka menyatakan bahwa Palestina telah mencapai kemenangan melalui perlawanan atas pendudukan selama pertempuran Sword of Jerusalem. Di Tel Al-Hawa, kota Gaza, orang-orang merayakan keselamatan mereka dan menyatakan kemenangan.

“Dengan jiwa dan darah, kami menebusmu, Deif,” teriak mereka, memanggil nama komandan militer tertinggi Hamas, Mohammad Deif, yang menempati urutan teratas dalam daftar buronan Israel.

“Ini adalah kemenangan besar atas pendudukan. Orang-orang perlawanan kami memaksa mereka melakukan gencatan senjata,” kata seorang warga Gaza Ahmed Amer (30 tahun).

Amer mengatakan serangan Israel membuat warga Gaza tidak dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga. Sebagai gantinya, perayaan Idulfitri di Gaza baru dimulai sejak gencatan senjata diumumkan.

“Hari ini adalah saat Idulfitri dimulai. Ya, kami turut berduka cita dan sedih atas orang-orang kami yang kehilangan rumah dan kerabatnya, tapi meskipun demikian, kami akan merayakannya,” kata Amer.

Seorang pria yang memegang senapan serbu AK-47 berkata, “Jari-jari kami berada di pelatuk dan kami siap untuk bertempur lagi. Namun sekarang kami akan merayakannya bersama orang-orang kami,” kata pria yang menolak menyebutkan namanya.

Di kota Ramallah yang diduduki Israel, ratusan orang turun ke jalan meneriakkan, “Dengan jiwa dan darah kami menebusmu, Gaza.”

Letupan kembang api menyala di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Penduduk Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah sebelumnya telah mengalami pengusiran paksa oleh pemukim Israel. Hal ini menjadi salah satu faktor meletusnya serangan Israel di Gaza.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *