Connect with us

Kuliner

Gemblong, Kue Berbahan Ketan Manis di Lidah Minimalis di Tangan

Published

on

L Bimacmsimport 20191016081332575851870 Article 201907181349051
Share

Reportersatu, Kue gemblong tidak hanya dijumpai di wilayah Jabodetabek, tetapi juga Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Orang Betawi dan Sunda mengenalnya sebagai gemblong atau gemplong, di Surabaya Jawa Timur dikenal sebagai getas.

Umumnya gemblong dikenal sebagai kudapan berbahan dasar tepung ketan putih bersalut cairan gula merah sehingga kuenya berwarna kuning kecoklatan. Getas dari Jawa Timur selain menggunakan tepung ketan putih juga dicampur tepung ketan hitam, sedangkan gula yang digunakan adalah gula pasir sehingga warna kuenya cenderung hitam bersalut besta gula putih.

Gemblong Sunda menggunakan tepung ketan putih, ada yang diberi besta gula merah, dan ada yang polos tanpa besta (lapisan dari gula yang dimasak bersama air hingga mengental).

Gemblong Betawi aslinya menggunakan tepung ketan hitam dengan besta gula berwarna putih dari gula pasir, tetapi banyak juga yang menggunakan ketan putih disalut cairan gula merah. Gemblong dan getas sama-sama berbentuk bulat lonjong. Rasanya manis bercampur gurihnya ketan.

Baca Juga : Sate Asem, Kuliner Unik Dan Eksklusif dari Weltevreden

Bisa jadi kue gemblong, gemplong, dan getas adalah hasil perpaduan kuliner antara etnis Jawa dan Betawi, mengingat dahulu banyak orang-orang Jawa yang tinggal di Batavia, baik untuk belajar maupun berdagang ataupun bekerja dengan pemerintah Belanda.

Bagi orang Betawi kue gemblong merupakan makanan camilan yang biasa disajikan sehari-hari sebagai teman minum teh atau kopi, tetapi dahulu menjadi hidangan acara ruwahan bersama dengan uli goreng dan tape ketan hitam. Makanan dari ketan putih yang ditumbuk ini melambangkan keeratan hubungan emosional kekerabatan masyarakat Betawi yang tulus.

Di Jawa Barat, kue gemblong tanpa besta yang berwarna putih kekuningan menjadi hidangan Lebaran di daerah Banten. Orang Rangkasbitung menyantap gemblong dengan cara dicocol ke dalam semur daging, sedangkan orang Sunda menikmati gemblong dengan “angeun lada”.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *