Connect with us
DomaiNesia

Wisata

Fasilitas Baru di Kawasan Candi Prambanan Untuk Wisata Hingga Keagamaan

Published

on

Tempat Wisata Candi Prambanan
Share

Reportersatu, Candi Prambanan merupakan salah satu destinasi wisata populer di Yogyakarta. Selain terkenal akan cerita legendanya, Candi Prambanan menjadi tujuan wisata baik dari wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara. Di Candi Prambanan berbagai perayaan tradisi dan keagamaan umat Hindu dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah juga kerap berlangsung.

Upacara Tawur Agung Kesanga untuk menyambut Hari Raya Nyepi misalnya, selalu diadakan di bangunan candi abad ke-9 Masehi itu. Candi Prambanan juga rutin menjadi tuan rumah perayaan keagamaan lainnya dan mampu menambpung lebih dari 15 ribu umat Hindu Nusantara maupun asing.

Di dekat Candi Prambanan kini terdapat fasilitas baru bagi umat Hindu untuk bisa tetap menjalankan agama dan kepercayaannya. Pemerintah Kabupaten Sleman meresmikan fasilitas krematorium tempat pemakaman umum di Desa Madurejo Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Krematorium itu berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi yang terdiri atas bangunan utama, dua tungku pengabuan jenazah, bale pawedan, sanggah surya, toilet, gudang, bangunan pelinggih. Ada pula tempat penyimpanan abu, lima tabung gas elpiji ukuran 50 kilogran, serta genset 5.000 watt, dan kereta jenazah.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sleman, Anak Agung Alit Mertayasa mengatakan krematorium ini bisa dibangun setelah Pemerintah Kabupaten Sleman menyediakan lahan di tempat pemakaman umum Desa Madurejo Kecamatan Prambanan. “Krematorium TPU Madurejo Prambanan ini sangat ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Alit mengatakan umat Hindu di Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman telah lama menginginkan krematorium sendiri agar dapat melakukan proses kremasi dengan leluasa. Sebab, selama ini umat Hindu di Sleman dan Yogyakarta masih meminjam fasilitas kremasi milik Paguyuban Kelompok Kematian Yogyakarta yang berada di daerah Pingit, Kota Yogyakarta.

“Krematorium Prambanan ini seperti gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Sleman bersedia berkerja sama, sehingga fasilitas ini terwujud,” ujarnya. Pembangunan krematorium tersebut, menurut Alit, diawali dengan kesepakatan bersama antara Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dengan PHDI Kabupaten Sleman tanggal 27 September 2016 silam.

Kesepakatan itu mengatur penyediaan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman di dalam kawasan TPU Prambanan dan pembangunan krematorium oleh PHDI Kabupaten Sleman. “Kami kumpulkan donasi dari berbagai pihak dan terkumpul Rp 1,4 miliar untuk pembangunan fisik krematorium ini,” kata Alit.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, krematorium di dekat Candi Prambanan ini diharapkan semakin mempermudah masyarakat Hindu di Kabupaten Sleman dan sekitarnya saat melakukan prosesi kremasi sesuai ajaran agama dan kepercayaannya. Sri Purnomo menyebutkan pemilihan lokasi krematorium tersebut sudah sesuai dengan konsep ajaran Hindu, sebab berada di kompleks tempat pemakaman umum.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *