Connect with us
DomaiNesia

Wisata

Fakta Omamori Jimat Keberuntungan dari Jepang

Published

on

Ead06e6496c263581cfc1f56069aef54 (1)
Share

Reportersatu, Jepang dikenal sebagai Negeri Matahari terbit dan perkembangan teknologinya yang canggih. Jepang sering di incar sebagai destinasi wisata yang banyak ingin dikunjungi. Selain kaya akan sejarah, keindahan alam, budaya, hingga kecanggihan perkembangan teknologinya.

Di balik modernitas yang terjadi, Jepang juga memiliki kebudayaan unik yaitu percaya dengan jimat. Di Jepang terdapat jimat yang biasa disebut jimat omamori memiliki bentuk yang mungil dan berwarna-warni, dan kegunaannya yang beragam.

Berikut fakta-fakta jimat omamori yang terkenal di Jepang :

1. Omamori sudah ada sejak 1000 tahun yang lalu

Keberadaan jimat di Jepang memang sudah sangat lama, sekitar 1.400-1.000 SM. Namun, menjadi omamori ketika masa Heian atau sekitar 1000 tahun yang lalu. Masa itu adalah masa orang-orang sangat mempercayai bahwa kuil memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar. Sayangnya, minim transportasi membuat orang-orang kesulitan datang ke kuil. Makanya, muncul omamori sebagai jimat yang dipercaya berisikan doa yang membawa perlindungan dan ketenangan bagi orang yang memilikinya. 

2. Terdapat 12 jenis omamori yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan keberuntunganmu

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa omamori memiliki beragam tipe. Jika kamu berminat memilikinya, kamu perlu tahu nih omamori apa yang sesuai dengan kebutuhanmu. 

Seperti yaku kore yang dipakai untuk melindungi dari hal-hal mistis, renai joju yang dipercaya membawa keberuntungan cintamu, atau shigoto mamori yang banyak dibawa oleh mereka yang sedang melamar pekerjaan atau mencari kerja.

3. Tidak bisa sembarangan untuk mempunyai Omamori walau bentuknya lucu

Iya memang omamori ini punya warna yang beragam dan bahkan beberapa dihiasi dengan ornamen bentuk kucing yang menggemaskan. Namun, bukan berarti kita bisa seenaknya mendapatkan omamori. omamori akan lebih baik dibeli di kuil dan jimat omamori ini tetaplah barang yang religius. Uang yang berikan kepada penjual omamori di kuil bukan lah sebagai wujud beli, melainkan dedikasi. 

4. Memiliki omamori mempunyai etikanya sendiri, tidak diizinkan untuk membukanya

Rasa penasaran memang bikin nggak tenang, apalagi kepada benda-benda yang dinilai misterius seperti omamori ini. Tetapi jangan sampai memperlakukan benda unik ini seenaknya, apalagi sampai berani membuka bungkus omamorinya.

Pada dasarnya, isi omamori ini tak lain adalah potongan kayu yang didapat dari kuil dan sudah dibacakan doa. Dipercaya, jika berani membuka omamorinya, khasiat atau keberuntungan yang ditiupkan pada kayu tersebut bisa hilang. 

5. Tidak boleh di buang sembarang, jika tidak ingin memilikinya lagi, omamori ini harus dikembalikan ke ‘rumah’ aslinya

Etika memiliki omamori tidak hanya perihal menjaga kerahasiaan isinya, tapi juga bersedia mengembalikan omamori tersebut ke tempat di mana kamu mendapatkannya, jika sudah tidak ingin memilikinya lagi. Jika membelinya di sebuah kuil di Jepang, maka kembalikan lah di kuil tersebut. 

Keberadaan jimat di Jepang memang sudah sangat lama, sekitar 1.400-1.000 SM. Namun, menjadi omamori ketika masa Heian atau sekitar 1000 tahun yang lalu. Masa itu adalah masa orang-orang sangat mempercayai bahwa kuil memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar. Tetapi, minimnya transportasi membuat orang-orang kesulitan datang ke kuil. Oleh karena itu, omamori muncul sebagai jimat yang dipercaya berisikan doa yang membawa perlindungan dan ketenangan bagi orang yang memilikinya. 


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *