Connect with us

Kuliner

Es Selendang Mayang, Minuman Cantik Warna-Warni Penyegar Mulut

Published

on

15222
Share

Reportersatu, Es selendang mayang adalah minuman semacam es campur khas Betawi yang berisi potongan-potongan kue, santan, gula merah, dan es batu.

Menurut Pak Tinggul, pedagang es selendang mayang di daerah Palmerah, berasal dari kombinasi warna hijau, putih, dan merah pada kue yang tampak cantik seperti selendang penari. Sedangkan kata “mayang” mengacu pada tekstur kue yang kenyal dan manis.

Saat ini masih ada pedagang yang mempertahankan warna-warni kue tersebut, tetapi ada juga yang hanya diberi warna hijau menggunakan pewarna alami dari daun suji.

Es selendang mayang melambangkan kehangatan dan kemeriahan. Warna-warni kue maupun santan dan gula/sirup sebagai pemanis menjadi gambaran dari warna-warni dalam kehidupan manusia serta simbol karakteristik orang Betawi itu sendiri.

Baca Juga : Kue Abuk, Kuliner Gurih Spesialis Acara Besar

Misalnya merah yang menjadi simbol kedinamisan, hijau melambangkan harmoni, dan putih menggambarkan sifat religius yang menjadi keseharian masyarakat Betawi. Meski kue selendang mayang saat ini ada yang hanya satu warna (hijau) tetapi dalam kesatuan saat dihidangkan tetap saja ada beberapa warna, yaitu putih dari santan dan merah dari sirup/gula.

Es selendang mayang biasa disajikan saat ada hajatan seperti pesta pernikahan, ulang tahun, lebaran, atau sebagai menu berbuka puasa. Minuman ini sangat menyegarkan bila disantap di siang hari, dan cukup mengenyangkan karena potongan kue sebagai campurannya berbahan dasar tepung beras atau tepung sagu aren.

Namun saat ini sebagian pedagang mengganti bahan dasar pembuatan kuenya dengan tepung hunkwe karena dianggap lebih praktis, mudah dan efisien. Tradisinya kue yang menjadi bahan utama minuman ini saat proses pembuatannya dituang ke dalam loyang besar atau tampah. Ketika diracik untuk disajikan, kue dipotong-potong tipis dan lebar menggunakan bilah bambu tipis. Minuman yang dikenal juga dengan nama Bendrong dan Obyoh ini masih dapat ditemukan antara lain di daerah Kota Tua, Petak Sembilan, dan Palmerah.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *