Connect with us

Peristiwa

Erupsi Gunung Raung Mereda, Operasional Bandara Banyuwangi Kembali Normal

Published

on

Share

Reportersatu, Aktivitas erupsi Gunung Raung mulai berkurang. Menurut pantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, debu vuklanik yang keluar dari Gunung Raung terpantau tipis pada Minggu (14/2). Menurut Kepala PPGA Raung, Mukijo arah angin membawa debu vulkanik ke arah timur dan timur laut.

Kondisi ini berdampak positif pada penerbangan di Bandara Banyuwangi. PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Banyuwangi kembali membuka operasional bandara secara normal. Sebelumnya Bandara sempat ditutup selama sepekan karena terdampak abu vulkanik letusan Gunung Raung.

loading...

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung Mukijo di Banyuwangi, Jawa Timur, mengatakan material abu vulkanik sudah tidak keluar secara terus menerus dan kegempaan juga sudah dominan pada amplitudo 1 mmserta suara gemuruh dan pantulan cahaya api juga menurun.

Baca Juga : Kemenhub Minta Masyarakat Maritim Waspadai Cuaca Ekstrem Dan Gelombang Tinggi

“Asap kawah bertekanan lemah, teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang, dan tinggi 300-500 meter di atas puncak kawah,” katanya.

Enam penerbangan yang dilakukan pada Minggu ini adalah maskapai Citilinkrute Bandara Soekarno Hatta-Bandara Banyuwangi (PP), Surabaya-Banyuwangi (PP) dan Banyuwangi-Denpasar (PP).

Sementara Garuda Indonesia dan Batik Air dengan rute Bandara Soetta-Banyuwangi (PP) belum mengoperasikan pesawatnya

Ia menjelaskan bahwa abu vulkanik Gunung Raung saat ini hanya keluar sesekali saja dan abu hanya keluar dengan durasi waktu yang tidak bisa dipastikan, termasuk pantulan cahaya api dari asap tidak lagi nampak dan suara gemuruh juga tidak terdengar.

“Paling tidak setengah jam sekali, suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Begitu juga cahaya api sudah tidak tampak lagi sejak tadi malam,” katanya.

Mukijo menjelaskan, untuk kegempaan sejak 12 Februari 2021 amplitudonya sudah dominan 1 mm dan kalaupun ada fluktuasi, tremor yang terjadi naik turunnya antara 1 mm hingga 4 mm.

Dengan kondisi aktivitas Gunung Raung saat ini, menurut dia, bisa menggambarkan kondisi letusan gunung api secara keseluruhan sudah mereda.

“Hanya saja ya tetap kami pantau karena tremornya masih ada, sampai tadi pagi juga. Tinggi kepulan asap masih 500 meter,” katanya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *