Connect with us

Nasional

Disparekraf DKI Teken SK Pembukaan Tempat Wisata Selama Libur Lebaran

Published

on

Share

Reportersatu, Selama libur lebaran yang dimulai tanggal 4 hingga 17 Mei mendatang sektor pariwisata di wilayah DKI Jakarta akan tetap dibuka dengan syarat dan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Hal ini di perkuat dengan dikeluarkannya Surat Keputusan yang telah ditandatangani oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Disparekraf DKI Jakarta Nomor 354 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro pada Sektor Usaha Pariwisata.

Baca Juga : Selama Libur Lebaran, Polri Tutup Pelayanan Penerbitan SIM

“Menetapkan Perpanjangan PPKM Pada Sektor Usaha Pariwisata sebagaimana tercantum dalam lampiran I keputusan ini berlaku sejak tanggal 4 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021,” demikian bunyi ketetapan SK yang diteken per 3 Mei lalu, dikutip Jumat (7/5/21).

SK menyebutkan, sektor usaha pariwisata tersebut meliputi rumah makan atau restoran, salon, tempat pertemuan, museum, tempat wisata, pusat kebugaran, bioskop, kolam renang, hingga tempat bermain anak.

Pada usaha tempat wisata seperti rumah makan atau restoran, kapasitas pengunjung dibatasi maksimal 50 persen. Pelayanan makan di tempat maksimal dibatasi hingga pukul 22.30 WIB dan bisa buka kembali pada pukul 02.00 sampai dengan 04.30 WIB. Sementara, pelayanan take away dibuka 24 jam.

Kapasitas pengunjung 50 persen juga berlaku bagi sektor wisata atau hiburan lain, seperti salon, tempat pertemuan, museum, tempat wisata, pusat kebugaran, bioskop, kolam renang, hingga tempat bermain anak.

Dari sejumlah sektor usaha itu, pengecualian berlaku bagi kegiatan resepsi pernikahan di gedung, arena bowling, arena permainan anak, dan kolam renang dengan kapasitas maksimal 25 persen. Khusus untuk akad atau upacara nikah, pengunjung maksimal dibatasi 30 orang.

Sementara itu, SK secara khusus mengatur soal pembukaan tempat wisata seperti taman rekreasi akan dikaji kembali. Ketentuan itu termaktub dalam ketetapan poin keempat yang berbunyi:

“Khusus penyelenggaraan usaha Kawasan Pariwisata/Taman rekreasi, Wisata Tirta dan Waterpark pada masa libur hari raya lebaran sebagaimana dimaksud dalam diktum kedua akan ditentukan kemudian”.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *