Connect with us

Internasional

Departemen Kehakiman AS Selidiki Kasus Skandal Seksual Anggota Kongres Partai Republik

Published

on

Share

Reportersatu, Diduga terlibat dalam kasus skandal seksual, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyelidiki anggota Kongres AS dari Partai Republik Matt Gaetz. Surat kabar the New York Times melaporkan penyelidikan digelar di bulan-bulan terakhir pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

The New York Times menambahkan penyelidikan ini dilakukan dibawah pengawasan mantan Jaksa Agung William Barr yang ditunjuk oleh Trump. Gaetz yang salah satu kroni Trump diduga melanggar undang-undang perdagangan seks dengan membayar perempuan muda pergi bersamanya keluar Florida.

loading...

Baca Juga : Israel Eksploitasi 85 Persen Tanah Palestina di Tepi Barat

Seperti dikutip dari Yahoo News, Rabu (31/3/21) Gaetz belum didakwa dengan pasal kejahatan apa pun. Sebelumnya Axios melaporkan Gaetz yang berusia 38 tahun memberitahu rekannya ia tidak ingin kembali maju dalam pemilihan umum karena mau bekerja di jaringan berita Newsmax yang sangat konservatif.

Gaetz mencaci salah satu media yang menerbitkan berita itu karena salah mengidentifikasinya sebagai anggota Kongres dari South Florida. Pada Februari lalu ia memberikan pidato dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif.

Pada the New York Times, Gaetz mengatakan pengacaranya mengkontak Departemen Kehakiman. Ia menegaskan tidak sedang diselidiki.

“Saya hanya tahu ini berhubungan dengan perempuan, saya curiga seseorang mencoba mengkategorikan ulang kemurahan hati saya pada mantan pacar sebagai sesuatu yang tidak diinginkan,” katanya pada surat kabar tersebut.

Pada Axios, Gaetz menegaskan dirinya tidak bersalah dan tuduhan terhadapnya palsu. Ia yakin ada seseorang di Departemen Kehakiman AS yang mencoba mempidanakan perilaku seksualnya saat ia masih lajang.

Gaetz mengaku ia telah diperas oleh mantan pejabat Departemen Kehakiman dan sudah melaporkannya pada pihak berwenang. Ia mengklaim petugas FBI memasang kabel penyadap pada ayahnya untuk menangkap pelaku pemerasan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *