Connect with us

Peristiwa

Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Published

on

Densusjpg (1)
Share

Reportersatu, Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Anti Terror menangkap lima orang terduga teroris di Aceh pada pekan ini. Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti bahan peledak atau bom yang rencananya untuk aksi teror di Aceh.

“Penangkapan tersebut berlangsung di empat lokasi terpisah,” ujar Kabid Humas Banda Aceh Kombes Pol Winardy dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/1).

Menurut Winardy, kelima terduga teroris ini diduga terlibat dalam jaringan Bom Polrestabes Medan. Selain itu, mereka juga diduga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau.

“Mereka juga berencana membuat Bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh, serta berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS,” ujar Winardy.

loading...

Menurut keterangan Winardy, dua orang terduga teroris berinisial RA (41) warga Langsa Kota dan SA (30) warga Banda Baro, Aceh Utara diamankan pada Rabu (20/1) pukul 19.45 WIB di lokasi Jalan Blang Bintang, Krueng Raya, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar. Tiga lainnya diamankan di tempat berbeda pada keesokan harinya

Densus 88 berhasil mengamankan terduga teroris berinisial UM alias AZ alias TA (35) sekitar pukul 10:00 WIB di Pasar Simpang 7 Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.

Kemudian pada pukul 20.00 WIB, Densus 88 mengamankan terduga teroris berinisial SJ alias AF (40) di Gamping Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Di saat yang bersamaan, Densus 88 berhasil mengamankan terduga teroris lainnya berinisial MY (46) di Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

Adapun barang bukti yang diamankan saat penangkapan lima orang terduga teroris tersebut yakni beberapa bahan pembuat bom seperti 1 kilogram pupuk kalium nitrat, 250 gram bubuk arang aktif, 2000 pcs peluru gotri silver cosmos 6 milimeter, beberapa potong pipa besi, serta dokumen berupa buku catatan berisi pesan ancaman terhadap TNI/Polri, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Paspor-paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan Hijrah ke Khurasan, Afghanistan. Beberapa buku kajian ISIS dan Tauhid serta Compact Disk dan Flash Disk,” kata Winardy.

Selain itu, tiga buah ponsel android dan tiga buah ponsel biasa ditemukan. Ponsel ini diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan dan kelompok terror.

“Termasuk alat-alat digunakan dalam proses idad (latihan fisik persiapan aksi teror) berupa samsak tinju, besi dan busur panah, beberapa barbel besi,” ucap Winardy.

“Para terduga teroris saat ini masih proses pemeriksaan di Polda Aceh dan selanjutnya akan dibawa ke Mabes Polri Jakarta,” ujarnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *