Connect with us

Peristiwa

Densus 88 Geledah Kantor Syam Organizer di Yogyakarta

Published

on

Share

Reportersatu, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah sebuah ruko yang sehari-hari dipergunakan sebagai kantor Syam Organizer yang berlokasi di RT 30 RW 08, Kumendaman, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (4/4).

Dalam penggeledahan tersebut, tim Densus 88 menyita sejumlah barang seperti berkas dokumen, kotak donasi atau kotak amal dan peralatan kantor sebanyak satu truk. 

Baca Juga : Saksi Kunci kuak Fakta Baru Kasus Penganiayaan Jurnalis Tempo

Ketua RT 30 Setyo Karjono mengaku ditunjuk menjadi saksi operasi tersebut. Penggeledahan, menurutnya, berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga kurang lebih menjelang waktu ibadah Maghrib.

“Tadi saya diminta Densus 88 untuk menyaksikan penggeledahan di Syam Organizer,” kata Setyo saat dijumpai di kediamannya, Kumendaman.

loading...

Syam Organizer merupakan Event Organizer. Dalam situs syamorganizer.org, tertulis Syam Organizer berdiri pada tahun 2013. Berawal dari sebuah event organizer yang mengadakan roadshow tabligh akbar untuk mengkabarkan kondisi umat Islam yang sedang terzalimi di seluruh belahan dunia, kemudian berkembang menjadi satu lembaga kemanusiaan internasional yang fokus membantu korban bencana kemanusiaan di Negeri Syam.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Syam Organizer terkait penggeledahan tersebut. Ada beberapa ruangan yang di geledah dalam bangunan dua lantai tersebut. Sejumlah barang pun dibawa dari operasi itu. Antara lain beberapa berkas dan perlengkapan kantor.

“Kebanyakan berupa dokumen-dokumen dana keuangan, kompiter, laptop,” ujar dia.

Selain itu masih ada beberapa benda yang diduga sebagai kaleng tempat pengumpulan donasi. Setyo berujar, barang yang diangkut petugas secara keseluruhan cukuplah banyak.

“Sampai satu truk, cukup banyak sekali,” sambung dia.

Setyo mengaku kurang paham tentang latar belakang Syam Organizer ini. Sepengetahuannya, Syam Organizer adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berbasis keagamaan.

“Itu rumah dikontrak (Syam Organizer) sejak tahun 2019 akhir. Dulunya dipakai percetakan. Warga tahunya sebatas kantor dan saya tahunya itu kantor LSM,” bebernya.

Setyo mengaku tidak tahu banyak mengetahui aktivitas orang-orang di kantor tersebut. Dikarenakan, mereka juga disebut kurang berinteraksi dengan warga sekitar.

“Jadi mereka memang bukan warga sini asli,” tegasnya.

Selama penggeledahan, para petugas didampingi dua orang pria yang disebut Setyo, sebagai penjaga bangunan Syam Organizer tersebut. Keduanya diminta menunjukkan ruangan-ruangan yang hendak digeledah petugas.

“Dua orang sebelum penggeledahan sudah ada di situ. Tadi sempat ikut masuk menunjukkan, ini ruang siapa, tempat apa. Setelah itu kemudian dibawa atau tidak, saya kurang tahu,” katanya.

Sementara, berdasarkan pantauan Kantor Syam Organizer kini dalam kondisi tertutup. Sekelilingnya dipasangi garis polisi.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi mengenai giat Densus 88 di wilayahnya belum merespon hingga berita ini dikirimkan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *